BI Tegal Ganti Rp1,51 Miliar Uang Rusak Milik Korban Rob Batang

  • 08 Jul 2026 07:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Bank Indonesia Tegal mengganti uang rusak senilai Rp1,51 miliar milik seorang warga Kabupaten Batang yang terdampak banjir rob. Penggantian dilakukan setelah uang hasil penjualan tanah tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan hasil penelitian Bank Indonesia, Selasa (7/7/2026).

Orang tersebut merupakan Ida Murwida, warga Kabupaten Batang, yang menyimpan uang hasil penjualan tanah di dalam koper sejak 2025. Dana itu rencananya akan digunakan untuk renovasi rumah dan membiayai pendidikan anak, namun rusak akibat terendam air rob.

Ida mengaku baru mengetahui kondisi uang tersebut beberapa bulan setelah banjir terjadi dan akan menggunakannya. Ida mengatakan banjir rob yang melanda kawasan tempat tinggalnya membuat air merendam koper yang berisi uang tunai tersebut.

“Kena rob banjir. Kurang lebih ya, itu kejadian sebelum lebaran bulan Februari, tapi baru kita ketahui karena memang sedang butuh dan mau digunakan,” ujar Ida.

Setelah memperoleh informasi mengenai layanan penukaran uang rusak, Ida segera mengajukan permohonan melalui aplikasi PINTAR dan membawa uang tersebut ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal. Di sana, petugas kemudian melakukan penelitian terhadap kondisi fisik uang untuk menentukan besaran nilai penggantian sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menjelaskan setiap uang yang diajukan masyarakat harus melalui proses verifikasi dan penelitian terlebih dahulu. Menurutnya, uang yang dapat diganti harus memenuhi persyaratan, salah satunya memiliki kondisi fisik lebih dari dua pertiga bagian asli.

“Itu harus lebih dari 2/3 fisik masih ada, dan meskipun itu katakanlah dia terpotong gitu, nanti kami punya alat untuk mengukur itu,” ujar Bimala.

Selain memberikan layanan penukaran uang rusak, Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penyimpanan uang tunai dalam jumlah besar di rumah. Masyarakat dianjurkan memanfaatkan layanan perbankan dan sistem pembayaran digital agar transaksi lebih aman serta terhindar dari risiko kehilangan maupun kerusakan akibat bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....