Pemkab Cilacap dan BI Purwokerto Bersih-Bersih Teluk Penyu hingga Lepas 50 Tukik

  • 07 Jul 2026 10:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Ratusan orang melakukan aksi peduli lingkungan dengan bersih pantai di kawasan wisata Pantai Teluk Penyu, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang dikemas dalam peringatan Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia itu tidak hanya diisi aksi bersih pantai, tetapi juga pelepasan 50 ekor tukik, edukasi pengelolaan sampah, hingga pelepasan Tim Kas Keliling 3T Bank Indonesia.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto dengan Pemkab Cilacap melalui Dinas Lingkungan Hidup, Disparpora, dan Dinas Pendidikan. Kolaborasi tersebut juga dirangkaikan dengan Festival Nelayan 2026.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Mahdi Abdillah mengatakan kegiatan bertajuk "Responsif" (Resik-resik Pantai, Always On, dan Edukatif) itu menggabungkan literasi keuangan sekaligus edukasi kepedulian terhadap lingkungan.

"Selain edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, kami juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Karena itu kami melakukan aksi bersih pantai sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Cilacap," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, BI dan Plt Bupati Cilacap juga melepas Tim Kas Keliling 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) yang akan memberikan layanan penukaran uang dan edukasi rupiah hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Sebagai simbol pelestarian lingkungan, juga melepas 50 ekor tukik ke perairan Teluk Penyu.

"Kami berharap pelepasan tukik ini dapat mendukung pelestarian penyu asli Cilacap sekaligus menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Cilacap," kata Mahdi.

Sementara itu, Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya menegaskan persoalan sampah menjadi tantangan besar yang harus segera ditangani bersama.

Menurutnya, Kabupaten Cilacap sebagai wilayah terluas di Jawa Tengah dengan jumlah penduduk terbesar kedua setelah Brebes menghasilkan hampir 1.000 ton sampah setiap hari. Namun, kapasitas pengolahan di RDF TPA Jeruklegi baru mampu menangani sekitar 277 ton per hari, sedangkan sisanya masih menggunakan sistem open dumping.

"Kita tidak mungkin menyelesaikan persoalan sampah hanya mengandalkan pemerintah daerah. Harus ada kepedulian seluruh masyarakat, dimulai dari keluarga dengan memilah sampah organik, anorganik, dan residu, kemudian dikembangkan melalui bank sampah maupun pengolahan di tingkat desa," ujar Ammy.

Ia menjelaskan, mulai awal Agustus 2026 pemerintah pusat tidak lagi memperbolehkan penggunaan sistem open dumping, sehingga daerah harus mempercepat transformasi pengelolaan sampah.

Ammy juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang memilih Pantai Teluk Penyu sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, kawasan wisata tersebut belakangan menjadi sorotan akibat persoalan sampah yang belum tertangani secara optimal.

"Melalui kegiatan ini kita menunjukkan bahwa persoalan sampah hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi. Hari ini kita membersihkan pantai bersama, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk ikut menjaga Teluk Penyu agar tetap bersih dan menjadi kebanggaan masyarakat Cilacap," katanya.

Ammy berharap kolaborasi dengan Bank Indonesia ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah plastik, menjaga ekosistem laut, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Pantai Teluk Penyu sebagai salah satu ikon Kabupaten Cilacap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....