FPIK UNSOED Gelar Kuliah Umum Lele Hibrida dalam Rangkaian BRIN Goes to Campus

  • 02 Jul 2026 14:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (FPIK UNSOED) dalam hal ini Program Studi Akuakultur sukses menyelenggarakan kuliah umum bertajuk "Lele Hibrida dan Potensi Pengembangannya di Indonesia". Kegiatan ini menghadirkan Huria Marnis, PhD, pakar dari Kelompok Riset Catfish Pusat Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai narasumber utama.

Peluang dan Potensi Strategis Dalam kuliah tersebut dipaparkan bahwa lele hibrida merupakan terobosan penting dalam akuakultur nasional yang menjadi komoditas strategis pendukung ketahanan pangan.

Kegiatan kuliah umum dibuka oleh Ketua Jurusan Perikanan, Dr Taufik Budhi Pramono, S.Pi. M.Si. Sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi riset dalam menghasilkan inovasi yang dapat dampak bagi masyarakat, salah satunya menghasilkan lele hibrida.

Kendala benih ikan lele di Indonesia masih menjadi salah satu faktor pembatas utama produktivitas budidaya. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan benih, tetapi juga mutu genetic. Benih ikan lele yang memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat efisiensi pakan yang tinggi, kualitas daging yang baik serta daya tahan terhadap penyakit menjadi kebutuhan masyarakat pembudidaya ikan di Indonesia.

Huria Marnis, PhD juga memberikan kesempatan kepada civitas akademika program studi akuakultur untuk kolaborasi riset, dimana saat ini riset lele hibrida sudah memasuki tahap uji multilokasi dan karakterisasi beberapa hal untuk pemenuhan persyaratan rilis.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat program BRIN yaitu Goes to Campus yang bertujuan mendorong transformasi perguruan tinggi menjadi pusat inovasi dan hilirisasi riset. Melalui kolaborasi ini, BRIN mengajak sivitas akademika untuk memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium atau publikasi ilmiah, tetapi mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan masyarakat dan menciptakan nilai tambah ekonomi.

Pada kuliah umum ini, para mahasiswa dan dosen program studi akuakultur langsung menyepakati untuk melakukan kolaborasi riset mengenai lele hibrida. Tercatat langsung lima orang mahasiswa mendaftarkan diri ikut serta sebagai asisten riset sekaligus sebagai tugas akhir.

BRIN juga memperkenalkan berbagai skema dukungan kolaborasi, seperti pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) serta program Degree by Research (DBR) untuk memperkuat kualitas SDM iptek nasional dalam mengoptimalkan potensi perikanan Indonesia. Dengan sinergi antara peneliti dan akademisi, diharapkan lele hibrida dapat menjadi ikon kebangkitan ekonomi berbasis riset di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....