Parade Teater Empat Kecamatan Angkat Cerita Khas Kota Tegal

  • 29 Jun 2026 13:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Empat kelompok teater dari empat kecamatan di Kota Tegal menampilkan kisah kehidupan masyarakat melalui Parade Teater yang digelar Teater Qi di Gedung Taman Budaya Tegal, Minggu (28/6/2026). Seluruh pementasan menggunakan bahasa Tegal sebagai upaya memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperkenalkan potensi seni pertunjukan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Parade tersebut menghadirkan Teater Margarin dari Kecamatan Margadana, Teater Teralur dari Tegal Timur, Teater Galsel dari Tegal Selatan, dan Teater Opet dari Tegal Barat. Masing-masing kelompok mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakatnya, mulai dari budaya warteg, kebiasaan bergosip, kehidupan remaja, hingga persoalan sosial di lingkungan permukiman.

Ketua Panitia, Tutuko Ahmad, mengatakan penampilan tiap kecamatan sengaja dirancang agar masyarakat dapat mengangkat cerita yang lahir dari lingkungan masing-masing. Sebelum pementasan, para pemain telah mengikuti pelatihan teater di masing-masing kecamatan agar mampu mengembangkan cerita yang berasal dari lingkungan mereka sendiri.

"Parade teater ini memang mengangkat cerita yang dekat dengan masyarakat di masing-masing kecamatan. Semua dialog menggunakan bahasa Tegal sehingga identitas budaya lokal benar-benar menjadi kekuatan utama pertunjukan," ujar Tutuko Ahmad.

Menurut Tutuko, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat umum untuk terlibat langsung dalam dunia teater, termasuk peserta yang sebelumnya belum pernah tampil di atas panggung. Melalui pendekatan tersebut, seni pertunjukan teater dapat semakin dekat dengan kehidupan masyarakat dan mampu melahirkan kelompok-kelompok teater baru di Kota Tegal.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Hermawan Fajar Arisandi sangat mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat selama pertunjukan berlangsung. Ia menilai penampilan ini menjadi bukti bahwa potensi seni teater di Kota Tegal masih sangat besar dan layak terus dikembangkan.

“Alhamdulillah, ternyata potensi-potensi masyarakat Kota Tegal itu sangat tinggi untuk di bidang teater. Insyaallah ini sebagai barometer ke depan agar teater itu lebih eh menggeliat di Kota Tegal, terutama adalah eh kita dalam berbahasa Tegal, bahasa ngapak. Jadi kita menunjukkan bahwa identitas kita yang sebenarnya,” ujar Fajar.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Tegal berharap seni teater dapat menjadi media untuk melestarikan penggunaan bahasa Tegal. Selain itu, pembinaan di lingkungan sekolah diharapkan mampu mendorong semakin banyak generasi muda mengenal dan mencintai budaya daerahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....