Menteri Perdagangan Budi Santoso Lepas Ekspor Gula Kelapa Banyumas ke AS
- 29 Jun 2026 09:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso melepas ekspor 20 ton gula kelapa produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) ke Chicago, Amerika Serikat, di pabrik PT IMC, Kabupaten Banyumas, Kamis (25/6/2026). Nilai ekspor tersebut mencapai USD 46 ribu atau setara Rp822,48 juta.
Pelepasan ekspor ini didukung oleh Surat Keterangan Asal (SKA) Form B yang menjadi dokumen keterangan asal barang untuk mendukung akses pasar ekspor. Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan itu mendorong pelaku usaha daerah memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan guna memperluas pasar internasional.
“Kami ingin tumbuh bersama-sama dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Salah satunya, dengan Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan ekspor gula kelapa ke berbagai negara. Pelaku usaha silakan memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usaha,” ujar Mendag Busan.
Menurut Mendag Busan, keberhasilan PT IMC menembus pasar global tidak terlepas dari pemanfaatan berbagai fasilitasi perdagangan yang disediakan Kementerian Perdagangan. PT IMC sebelumnya mengikuti business matching virtual dengan pembeli dari Amerika Serikat, memperoleh buyer dari Jerman melalui fasilitasi ITPC Hamburg, serta mengikuti Trade Expo Indonesia 2024.
Hingga saat ini, PT IMC yang berdiri sejak 2012 telah mengekspor produknya ke 56 negara di kawasan Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. Perusahaan tersebut juga bermitra dengan sekitar 5.000 pemasok bahan baku yang berasal dari Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap.
Dalam kesempatan itu, Mendag Busan juga meresmikan tujuh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) baru, termasuk satu IPSKA di Banyumas. Keberadaan 103 IPSKA di berbagai daerah diharapkan semakin mempermudah pelaku usaha mengakses layanan ekspor.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kementerian Perdagangan terhadap pelaku usaha di daerah. Menurutnya, gula kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Banyumas yang memiliki potensi besar di pasar internasional.
“Kami berkomitmen untuk mendukung ekosistem yang kondusif untuk pertumbuhan ekspor daerah agar produk unggulan kita makin dikenal dan diminati di pasar global,” kata Sadewo.
Sementara itu, Direktur PT IMC, Mario Ngensowidjaja, menyebut permintaan gula kelapa di pasar luar negeri terus meningkat, khususnya dari Amerika Serikat dan Eropa. Ia menilai gula kelapa menjadi salah satu produk ekspor unggulan Indonesia yang berkontribusi terhadap perolehan devisa negara.
Secara nasional, ekspor produk gula Indonesia dengan kode HS 170290 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata 9,61 persen sepanjang 2021–2025. Pada periode Januari–April 2026, nilai ekspor produk gula Indonesia tercatat mencapai USD 42,67 juta atau tumbuh 45,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan besarnya peluang pengembangan komoditas gula kelapa dari Banyumas di pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....