HARGANAS 2026 Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dan Pembentukan Karakte
- 27 Jun 2026 09:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026 menjadi momentum untuk menguatkan peran ayah dalam keluarga. Dalam dialog Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Purwokerto, Katim KS-PK Dinkes KB Banyumas, Dita Saferani, S.Psi selaku narasumber menegaskan bahwa tema tahun ini mengangkat semangat Ayah Wajib Hadir sebagai ajakan agar ayah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga terlibat dalam pengasuhan dan perkembangan anak.
Dita menjelaskan, Hari Keluarga Nasional memiliki sejarah yang berawal dari momen para pejuang kembali berkumpul bersama keluarga setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada 1949. Menurutnya, nilai yang ingin dihidupkan saat ini adalah memperkuat keluarga melalui keterlibatan kedua orang tua, terutama ayah dalam kehidupan sehari-hari anak.
“Ayah wajib hadir bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi juga terlibat dalam perkembangan dan pengasuhan anak,” ujar Dita.
Menurut Dita, keterlibatan ayah memberikan pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Anak yang mendapatkan perhatian dari ayah cenderung memiliki kondisi mental yang lebih baik, kemampuan akademik yang lebih optimal, serta stabilitas emosi yang lebih terjaga.
“Kalau sosok ayah kurang memonitor anak, mereka bisa mencari pengakuan di luar, terlibat kenakalan remaja, hingga mengalami stres dan gangguan emosional,” kata Dita seraya mengingatkan bahwa minimnya peran ayah dapat memunculkan berbagai persoalan sosial dan emosional pada anak.
Untuk menjawab tantangan tersebut, maka diadakan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang diikuti sejumlah gerakan seperti Ayah Mengambil Rapor dan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Dita menyebut, program ini menjadi bentuk ajakan agar para ayah lebih mengenal perkembangan akademik, perilaku, dan keseharian anak.
Di tengah era digital, Dita juga mengajak orang tua membangun komunikasi yang lebih dekat dengan anak tanpa mengedepankan hukuman atau larangan semata. Luangkan waktu bersama anak, misalnya saat makan malam bisa digunakan sebagai momen untuk bercerita tanpa gadget supaya orang tua bisa menjadi mentor, pelindung, sekaligus rumah aman bagi anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....