BNNK Banyumas Andalkan Peran Aktif Warga Wujudkan Banyumas Bersinar

  • 23 Jun 2026 10:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan keterbatasan anggaran dan sumber daya, BNNK mengaku tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan Banyumas Bersinar (Bersih Narkoba).

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Banyumas, Yuni Gunawan, mengatakan tahun 2026 menjadi salah satu tahun terberat bagi BNN dalam menjalankan program pencegahan, bahkan setelah masa pandemi COVID-19. Hal itu disebabkan adanya penyesuaian dan penajaman anggaran yang membuat program khusus pencegahan menjadi terbatas.

Meski begitu, BNNK Banyumas tetap fokus menjalankan langkah preventif melalui sosialisasi dan penyebaran informasi.

“Kami mengandalkan inisiatif masyarakat. Kalau masyarakat membutuhkan kehadiran BNN untuk sosialisasi, tes urin, atau rehabilitasi, kami siap datang,” kata Yuni.

Ia menjelaskan, selama ini dukungan masyarakat Banyumas cukup besar. Hampir setiap hari BNNK menerima undangan untuk memberikan penyuluhan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di lingkungan PKK desa maupun kecamatan.

Dalam sosialisasi tersebut, BNN memberikan edukasi seputar bahaya narkoba, upaya pencegahan, rehabilitasi, hingga kondisi terkini penyalahgunaan narkoba di Banyumas. Yuni juga menekankan pentingnya tes urin sebagai langkah deteksi dini, bukan untuk tindakan hukum.

Ia berharap sekolah, lingkungan masyarakat, hingga keluarga tidak ragu menggandeng BNN untuk upaya pencegahan. Selain itu, keluarga juga diminta mengedepankan pendekatan persuasif jika mendapati anggota keluarganya terindikasi sebagai penyalah guna.

Menurutnya, komunikasi dari hati ke hati lebih efektif dibanding paksaan. BNNK Banyumas berharap sinergi antara masyarakat, lingkungan pendidikan, dan keluarga terus diperkuat agar upaya pencegahan narkoba dapat berjalan lebih maksimal di seluruh wilayah Banyumas.

"Salah satunya adalah keluarga bisa mengajak si penyala guna saat dia tidak dalam kondisi terpengaruh narkoba. Bicara hati-kehati, datang ke BNN untuk laksanakan rehabilitasi, lingkungan masyarakat juga sadar untuk melaksanakan deteksi dini melalui tes urin, atau lingkungan masyarakat dan pendidikan, dan juga lingkungan-lingkungan yang lain untuk melaksanakan pencegahan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....