Bupati Fahmi Ajak Warga Lestarikan Wayang di Jambudesa

  • 22 Jun 2026 09:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga - Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya wayang kulit saat menghadiri Pagelaran Wayang Kulit bersama Ki Dalang Ada Subarkat di Lapangan Desa Jambudesa, Kecamatan Karanganyar, Sabtu malam (20/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian Ruwat Bumi dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ratusan warga memadati lokasi pagelaran yang digelar sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat sekaligus upaya menjaga tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sebelum pagelaran berlangsung, masyarakat bersama Pemerintah Desa Jambudesa melaksanakan ziarah ke makam leluhur dan kepala desa terdahulu serta prosesi ruwat bumi.

Ketua Panitia Ruwat Bumi Jambudesa, Suhad, mengatakan wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan pedoman. Menurutnya, cerita dalam pewayangan mengandung ajaran budi pekerti, kepemimpinan, dan kebijaksanaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Cerita dalam wayang memiliki nilai budi pekerti, kepemimpinan, dan kebijaksanaan yang relevan untuk kita teladani. Selamat menyaksikan, semoga pagelaran wayang kulit ini membawa manfaat dan berkah bagi kita semuanya,” ujarnya.

Kepala Desa Jambudesa, Nova Noviyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Purbalingga yang dinilai menjadi kebanggaan bagi masyarakat desa. Ia berharap rangkaian kegiatan Ruwat Bumi dapat mempererat keguyuban warga sekaligus membawa keberkahan dan kesuburan bagi Desa Jambudesa.

“Semoga rangkaian Ruwat Bumi ini menambah keberkahan dan keguyuban masyarakat. Wujud syukur ini juga semoga menambah kesuburan desa kita Jambudesa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Fahmi Muhammad Hanif menegaskan bahwa ruwat bumi dan wayang kulit merupakan bagian penting dari warisan budaya Jawa yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, tokoh-tokoh dalam pewayangan mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, keberanian, serta kebijaksanaan yang tetap relevan hingga saat ini.

“Wayang adalah sesuatu yang baik karena di dalamnya terdapat banyak pelajaran hidup, keteladanan, serta nilai-nilai moral yang dapat menjadi pedoman bagi masyarakat. Karena itu, budaya ini harus terus kita rawat, jaga, dan lestarikan agar tetap hidup di generasi-generasi berikutnya,” ujar Bupati Fahmi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Fahmi juga memohon doa agar pemerintah daerah bersama pemerintah desa dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pagelaran wayang kulit kemudian resmi dimulai dengan penyerahan simbolis wayang lakon Bramangkoro oleh Bupati kepada Ki Dalang Ada Subarkat yang disambut antusias warga yang memadati lokasi acara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....