14 Pasar di Banyumas Mulai Terapkan E-Retribusi

  • 21 Jun 2026 21:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Transformasi digital di sektor perdagangan tradisional terus diperkuat di Kabupaten Banyumas. Sebanyak 14 pasar daerah kini mulai menerapkan sistem e-retribusi sebagai bagian dari upaya modernisasi pengelolaan pasar dan peningkatan transparansi transaksi.

Peluncuran implementasi e-retribusi tersebut dilakukan dalam rangkaian Karya Kreatif Serayu (KKS) dan Banyumas Digifest 2026 yang berlangsung di Menara Teratai Purwokerto, Sabtu (20/6/2026). Program ini menjadi salah satu langkah nyata percepatan digitalisasi ekonomi daerah yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Bank Indonesia.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dihadapi oleh seluruh sektor, termasuk pengelolaan pasar tradisional. Menurutnya, perluasan penggunaan sistem pembayaran non-tunai dan elektronifikasi transaksi daerah menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

“Perluasan penggunaan QRIS, penguatan sistem pembayaran non-tunai, serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya kita untuk mewujudkan tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Penerapan e-retribusi di pasar tradisional diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah sekaligus mempermudah proses pembayaran bagi para pedagang. Sistem digital juga dinilai dapat meminimalkan potensi kesalahan pencatatan dan meningkatkan akurasi data transaksi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, menjelaskan implementasi e-retribusi di 14 pasar merupakan salah satu program digitalisasi yang terus dikembangkan bersama pemerintah daerah. Selain e-retribusi, pihaknya juga mendorong pemanfaatan QRIS di berbagai sektor untuk memperluas penggunaan transaksi digital di masyarakat.

Menurutnya, Karya Kreatif Serayu dan Banyumas Digifest menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, ekonomi hijau, hingga digitalisasi.

“Pada kesempatan ini kami juga terus melakukan berbagai program inisiatif digital, di antaranya pembayaran QRIS parkir Menara Teratai dan launching implementasi e-retribusi pasar di 14 pasar Kabupaten Banyumas,” tuturnya.

Langkah digitalisasi pasar tersebut diharapkan mampu mendukung modernisasi layanan publik sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital di Banyumas. Dengan sistem yang semakin tertata dan transparan, pasar tradisional diharapkan dapat tetap berkembang serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola transaksi masyarakat.

Selain peluncuran e-retribusi, KKS dan Banyumas Digifest 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari UMKM Expo yang diikuti lebih dari 100 pelaku usaha, layanan publik, edukasi keuangan, hingga program business matching untuk memperluas akses pembiayaan dan pasar bagi UMKM Banyumas Raya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....