Festival Nelayan Cilacap 2026 Bakal Hadirkan Kirab Jolen Tunggul hingga Expo UMKM
- 17 Jun 2026 15:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Pemerintah Kabupaten Cilacap bakal kembali menggelar Festival Nelayan 2026. Tahun ini, festival akan berlangsung selama enam hari, mulai 6-11 Juli 2026, dengan sejumlah rangkaian kegiatan baru yang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Kota Cilacap.
“Puncak Festival Nelayan akan digelar pada Selasa Kliwon, 7 Juli 2026, dengan prosesi Larung Jolen di Pantai Teluk Penyu,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, rangkaian Festival Nelayan diawali pada 6 Juli 2026 dengan ziarah nelayan ke Karangbandung yang berada di wilayah selatan Pulau Nusakambangan.
Pada sore harinya, Jolen Tunggul milik Pemerintah Kabupaten Cilacap akan diarak dari Titik Nol Kilometer menuju Pendopo Wijayakusuma Cakti. Prosesi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Berbeda dengan tahun sebelumnya, Jolen Tunggul biasanya langsung di serahkan ke Pendopo, kali ini kita kirab dari Titik 0 KM menuju ke Pendopo,” ujarnya.
Malam harinya, para nelayan akan mengikuti tasyakuran atau selamatan sebagai ungkapan syukur sebelum pelaksanaan prosesi utama.
Puncak acara berlangsung pada pagi hari tanggal 7 Juli. Jolen yang telah berada di Pendopo Wijayakusuma Cakti akan dikirab menuju Pantai Teluk Penyu bersama sembilan jolen lainnya yang berasal dari kelompok nelayan dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI.
“Akan ada 10 jolen, satu jolen tunggul dari Pemkab, lalu satu dari HNSI, dan 8 dari rukun nelayan di Cilacap yang akan di korab lalu dilarung ke Pantai Selatan,” katanya.
Larung joleh ini merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun temurun oleh para nelayan di Cilacap, sebagai simbol persembahan dan rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut.
Tidak hanya menyuguhkan prosesi budaya, Festival Nelayan tahun ini juga diramaikan berbagai kegiatan, di antaranya Expo dan Bazar UMKM yang dipusatkan di Alun-alun Cilacap, pertunjukan musik rakyat, kesenian tradisional seperti Ebeg dan Sintren, hingga berbagai hiburan untuk masyarakat.
“Nanti seluruh rangkaian di tutup dengan Grand Final Pemilihan Duta Wisata Cilacap yang akan digelar di alun-alun Cilacap,” katanya.
Budi menambahkan jika, Festival Nelayan bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Setiap tahun, ribuan wisatawan datang ke Cilacap untuk menyaksikan prosesi sedekah laut, sehingga turut meningkatkan okupansi hotel, kunjungan wisata, serta omzet para pelaku UMKM
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....