BPS Kota Tegal Mulai Sensus Ekonomi 2026, 233 Petugas Turun Door to Door

  • 16 Jun 2026 09:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kota Tegal - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan metode pencacahan secara door to door mulai (15/6-31/8/2026). Sebanyak 233 petugas diterjunkan untuk mendata seluruh usaha maupun rumah tangga di wilayah Kota Tegal.

Kepala BPS Kota Tegal, Eman Sulaiman mengatakan, pelaksanaan sensus ditandai dengan pencanangan oleh Wali Kota Tegal yang sekaligus menjadi penanda dimulainya kegiatan pencacahan di lapangan. Para petugas akan mendatangi seluruh unit usaha maupun rumah tangga selama kurang lebih dua setengah bulan.

"Hari ini adalah hari pertama pencacahan Sensus Ekonomi secara door to door. Alhamdulillah hari ini juga Pak Wali Kota sudah melakukan pencanangan, artinya seluruh petugas sudah bisa melaksanakan kegiatan di lapangan," ujar Eman Sulaiman.

"Hari ini adalah hari pertama pencacahan Sensus Ekonomi secara door to door. Alhamdulillah hari ini juga Pak Wali Kota sudah melakukan pencanangan, artinya seluruh petugas sudah bisa melaksanakan kegiatan di lapangan," ujar Eman Sulaiman.

Sebanyak 233 petugas diterjunkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tegal. Jumlah tersebut terdiri atas 205 petugas lapangan dan 28 pengawas lapangan yang bertugas memastikan proses pencacahan berjalan sesuai prosedur.

Eman menjelaskan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi basis data ekonomi nasional sekaligus menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan dan peta jalan pembangunan ekonomi untuk jangka panjang.

"Pemerintah nanti akan menyiapkan seluruh basis data ekonomi berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2026. Dari hasil sensus ekonomi tentu akan banyak kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam rangka bagaimana roadmap ekonomi kita ke depan, minimal untuk 10 tahun ke depan," kata Eman.

Selain menjadi dasar penyusunan kebijakan, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan digunakan sebagai acuan pembaruan berbagai indikator statistik dan indikator makro yang dihasilkan BPS. Melalui kegiatan tersebut, BPS berharap dapat memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....