BPS Purbalingga Gandeng Berbagai Sektor Gelar ‘Ngisi Bareng’ Sensus Ekonomi
- 15 Jun 2026 14:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga terus mengakselerasi proses pemutakhiran data ekonomi wilayah melalui inovasi pengisian data mandiri dan terbimbing yang bertajuk kegiatan "Ngisi Bareng".
Ngisi Bareng dilakukan kepada pelaku usaha skala besar yang didorong untuk melakukan pengisian sensus ekonomi secara mandiri dengan mengumpulkan beberapa pelaku usaha untuk melakukan pengisian secara kolektif yang telah berjalan sejak bulan Mei lalu melalui tautan resmi yang disediakan di website BPS.
Kepala BPS Purbalingga, Slamet Romelan, menjelaskan bahwa strategi pengumpulan data ini menyasar unit-unit usaha spesifik yang tidak terkait langsung dengan sosial ekonomi keluarga.
"BPS merangkul berbagai elemen masyarakat dan instansi, di antaranya, unit kesehatan seperti Puskesmas dan apotek, sektor pendidikan yakni sekolah di bawah naungan Dindikbud dan Kemenag, Pelaku ekonomi kerakyatan seperti pedagang pasar dan Asosiasi Perajin Knalpot, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perumdam, Kantor Pos, hingga Dapur SPPG," terangnya.
Dijelaskan Slamet, khusus untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kegiatan Ngisi Bareng ini mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia (BI) Purwokerto yang memfasilitasi dan memberikan pendampingan langsung.
"Langkah strategis ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Purbalingga yang berkomitmen menyukseskan jalannya pendataan," jelasnya.
"Tujuan dari Ngisi Mandiri adalah untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha akan pentingnya Sensus Ekonomi (SE) ini, karena hasilnya pun akan kembali untuk kemajuan usaha mereka sendiri. Sedangkan untuk Ngisi Bareng, tujuannya adalah memberikan pendampingan langsung. Jika pelaku usaha menemui kesulitan atau kendala saat mengisi, petugas kami bisa langsung memberikan solusi di tempat," ujar Slamet Romelan.
Slamet menambahkan, metode ini membawa dampak positif yang besar bagi kinerja BPS, selain membuat pengumpulan data menjadi jauh lebih cepat, metode ini juga meningkatkan efisiensi kerja.
"Sebab dengan berkurangnya petugas yang harus datang langsung ke perusahaan-perusahaan besar, BPS dapat mengalihkan sumber daya yang ada untuk menjangkau sektor lain yang membutuhkan perhatian khusus, seperti pedagang keliling dan rumah tangga," imbuhnya
"Terlebih lagi, cakupan pendataan kali ini cukup besar karena tidak hanya memutakhirkan data usaha ekonomi non-pertanian, tetapi juga mencakup pemutakhiran data sektor usaha pertanian," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....