Perkuat LKS Tripartit, Banyumas Jaga Hubungan Industrial Tetap Kondusif
- 13 Jun 2026 19:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya memperkuat hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Banyumas terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Kabupaten Banyumas yang digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin), Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang juga menjabat sebagai Ketua LKS Tripartit Kabupaten Banyumas.
Sadewo menegaskan, LKS Tripartit memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan di daerah. Karena itu, keberadaan forum tersebut perlu terus diperkuat agar mampu menjadi wadah kolaborasi yang efektif dalam menjaga kondusivitas hubungan industrial.
“Saya berharap seluruh anggota LKS Tripartit dapat terus meningkatkan pemahaman mengenai tugas, fungsi, serta tata kerja kelembagaan,” ujarnya.
Menurut Sadewo, dunia ketenagakerjaan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun dialog yang terbuka dan konstruktif antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Perbedaan kepentingan antara pekerja dan pengusaha, lanjutnya, merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.
“Saya meyakini bahwa hubungan industrial yang kondusif tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi stabilitas sosial, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinnakerin Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto. Ia menjelaskan bahwa LKS Tripartit merupakan forum yang mempertemukan unsur pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah untuk bersinergi menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
Wahyu menyebut, hubungan industrial di Kabupaten Banyumas selama ini berjalan cukup baik. Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banyumas, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan kalangan pengusaha dinilai terjalin secara harmonis.
“Alhamdulillah, hubungan industrial yang terjalin antara Pemda Banyumas dengan SPSI dan pengusaha cukup harmonis. Agenda tahunan seperti peringatan May Day atau Hari Buruh dapat terselenggara dengan baik, diikuti para pekerja, serta berjalan lancar dan aman,” ucapnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah tingkat kepatuhan perusahaan terhadap berbagai persyaratan hubungan industrial formal yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Terutama terkait tingkat kepatuhan perusahaan dalam hubungan industrial. Diharapkan pembentukan serikat pekerja terus meningkat karena saat ini baru sekitar 15 persen perusahaan yang telah membentuk serikat pekerja,” ujarnya.
Melalui forum LKS Tripartit, Wahyu berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan masukan dan solusi konkret agar berbagai persyaratan hubungan industrial dapat dipenuhi oleh perusahaan. Dengan demikian, hubungan industrial di Banyumas dapat semakin solid, dinamis, dan kondusif.
“Sehingga investasi bisa masuk, kegiatan perekonomian berkembang, para pekerja lebih nyaman dalam bekerja, para pengusaha dapat menjalankan usahanya dengan baik, dan pemerintah daerah bisa memberikan pendampingan serta fasilitasi secara optimal,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....