Optimalisasi Aset Pemprov Jateng Dongkrak Pertanian Banyumas

  • 13 Jun 2026 13:36 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Guna mendukung kedaulatan pangan dan kemandirian bangsa, upaya optimalisasi sarana prasarana terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya melalui Balai Benih Pertanian (BPP) Wilayah Banyumas yang memacu pemanfaatan aset kebun benih demi mendongkrak produktivitas petani lokal.

Kepala BPP Wilayah Banyumas, Dwiningsih S.P., M.P., menjelaskan bahwa pengelolaan aset ini memegang peranan yang sangat penting bagi sektor pertanian daerah. Ketersediaan benih unggul dan berkualitas menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan serta pendapatan finansial masyarakat.

“Jadi peran kami itu lebih pada ketersediaan benih, perannya tentu sangat penting karena benih itu kan merupakan titik awal dari suatu kehidupan yang berkontribusi dalam peningkatan produktivitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, BPP Wilayah Banyumas membuka lebar peluang kerja sama pemanfaatan aset untuk umum melalui skema sewa yang murah dan transparan. Fasilitas yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari wisma, aula, laboratorium kultur jaringan, lahan pertanian, hingga alat mesin pertanian.

Nilai tarif sewa tersebut dipastikan sudah jelas karena mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2024 tentang Tarif Retribusi. Melalui optimalisasi fasilitas ini, Kebun Baturraden juga dikembangkan secara inovatif menuju kawasan agro-edukasi wisata.

“Untuk kamar pun kita juga kerjasamanya silahkan itu dalam bentuk disewa juga, di mana tarif kita juga tarifnya mungkin bisa dibilang lebih murah kalau dibanding dengan sewa di luar,” katanya.

Meski potensinya besar, pengelolaan aset ini menghadapi tantangan seperti risiko pencurian, ancaman hama penyakit, hingga dampak perubahan iklim di lapangan. Kendala lain yang tidak kalah berat adalah keterbatasan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) karena banyak staf yang pensiun.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, pihak balai terus memperkuat mitigasi dan berkolaborasi erat dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat. Dwiningsih menegaskan bahwa sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci sukses dalam menghadapi tantangan ini.

“Harapannya dengan sinergi antar sektor, pemerintah dan masyarakat, itu akan mendukung tupoksi kami menjadi lebih optimal dalam mendukung program ketahanan pangan bahkan bagaimana terwujudnya kedaulatan pangan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....