UHN Tegal Gelar Kuliah Umum Bertema Negara Kesejahteraan Perspektif Sejarah
- 13 Jun 2026 11:45 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kota Tegal - Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal menggelar kuliah umum bertema Negara Kesejahteraan dalam Perspektif Sejarah dan Konstitusi dengan menghadirkan pakar hukum dan tata negara, Profesor Doktor Todung Mulya Lubis. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa dan kalangan profesional untuk membahas tantangan mewujudkan konsep negara kesejahteraan di Indonesia. Jum’at (12/6/2026).
Dalam sambutannya, Rektor UHN Tegal, Sudirman Said menyampaikan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia telah dirancang sebagai negara kesejahteraan sebagaimana tertuang dalam konstitusi. Namun, hingga hampir 80 tahun merdeka, berbagai tantangan masih dihadapi dalam menemukan pola pembangunan dan tata kelola yang mampu mewujudkan tujuan tersebut.
"Konstitusi kita mengatakan bahwa sejak awal desainnya memang desain negara kesejahteraan. Tetapi 80 tahun merdeka sepertinya belum ketemu pola yang bagaimana. Sekarang terjadi perdebatan apakah sistemnya mau sosialis atau mau sistem yang lain," ujar Sudirman Said.
Sudirman Said menilai Indonesia saat ini tengah menghadapi ujian dalam memperkuat demokrasi. Meskipun proses politik secara prosedural semakin matang, substansi demokrasi dan kualitas para pelakunya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kondisi tersebut juga berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat maupun pasar terhadap sistem yang berjalan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Sudirman Said menegaskan bahwa perdebatan mengenai sistem yang akan digunakan, baik sosial maupun sistem lainnya, bukanlah persoalan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah negara dikelola dengan pemerintahan yang bersih dan kepemimpinan yang mampu memperoleh kepercayaan masyarakat.
"Bagi kita semua, tidak penting sistem apa, tapi yang penting adalah apakah diurus dengan cara-cara yang bersih? Apakah leadership-nya itu bersih? Apakah ada satu clean government? Itu yang mungkin akan menjadi penentu apakah satu sistem itu bisa mencapai tujuannya atau tidak," kata Sudirman Said.
Melalui kuliah umum tersebut, peserta diajak untuk memahami lebih dalam konsep negara kesejahteraan serta berbagai tantangan dalam mewujudkannya di Indonesia. Diskusi ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik dan kepemimpinan yang berintegritas sebagai fondasi terciptanya kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....