Lebih dari 1,1 Juta Peserta JKN Jateng-DIY Ikuti Prolanis

  • 12 Jun 2026 09:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat. Untuk membantu peserta mengendalikan penyakit tersebut, BPJS Kesehatan terus mengembangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Hingga 31 Mei 2026, jumlah peserta Prolanis di wilayah Jawa Tengah dan DIY telah mencapai lebih dari 1,12 juta orang.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan peserta Prolanis diabetes melitus mencapai 480.411 orang, sedangkan peserta Prolanis hipertensi mencapai 648.355 orang.

Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Rahmad Asri Ritonga, mengatakan Prolanis merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup peserta JKN yang menderita penyakit kronis.

"Prolanis bertujuan meningkatkan kualitas hidup peserta JKN yang mengidap diabetes melitus maupun hipertensi serta menekan pembiayaan jangka panjang akibat komplikasi penyakit," ujar Rahmad.

Melalui program tersebut, peserta memperoleh berbagai layanan kesehatan secara terintegrasi, mulai dari konsultasi medis, pemeriksaan kesehatan, pelayanan obat, edukasi kesehatan hingga kegiatan senam bersama.

Rahmad menjelaskan pendekatan tersebut dilakukan agar peserta dapat mengendalikan penyakitnya dengan baik dan terhindar dari komplikasi yang berpotensi menurunkan kualitas hidup.

Saat ini terdapat 4.328 klub Prolanis diabetes melitus dan 4.989 klub Prolanis hipertensi yang aktif di berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY.

BPJS Kesehatan juga mengembangkan Prolanis Muda, yakni pendekatan berbasis usia dan risiko untuk membantu pengelolaan penyakit kronis sejak usia produktif.

Menurut Rahmad, langkah promotif dan preventif menjadi sangat penting karena biaya pengobatan penyakit kronis cenderung tinggi apabila peserta mengalami komplikasi.

Melalui Prolanis, BPJS Kesehatan berharap peserta tidak hanya memperoleh pengobatan, tetapi juga mampu menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kondisi kesehatannya secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....