BPJS Kesehatan Perkuat Mutu Layanan dan Pencegahan Penyakit Kronis

  • 11 Jun 2026 18:59 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: BPJS Kesehatan terus memperkuat cakupan kepesertaan, kualitas, dan mutu layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna mendukung keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional. Hal itu mengemuka dalam kegiatan Media Gathering BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI Tahun 2026 bertema “Peningkatan Cakupan Kepesertaan, Kualitas dan Mutu Layanan untuk JKN yang Berkelanjutan” yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Magelang, Jawa Tengah.

Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Rahmad Asri Ritonga, mengatakan Program JKN telah memberikan dampak besar terhadap peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga dari risiko biaya kesehatan yang tinggi.

“Program JKN tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, tetapi juga mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya berobat, meningkatkan kualitas kesehatan penduduk, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas nasional,” kata Rahmad dalam paparannya.

Hingga 31 Mei 2026, cakupan kepesertaan JKN di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai 41,77 juta jiwa atau 98,49 persen dari total penduduk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32,35 juta jiwa atau 76,29 persen merupakan peserta aktif. Sementara peserta yang didaftarkan pemerintah daerah melalui segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda mencapai 3,74 juta jiwa atau berkontribusi 8,83 persen terhadap total kepesertaan.

Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI, Henri Army Iriawan, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Namun demikian, upaya peningkatan keaktifan peserta masih menjadi perhatian utama agar target nasional dapat tercapai.

“Fokus kami saat ini adalah memperkuat kepesertaan aktif JKN dan melakukan reaktivasi peserta nonaktif sehingga manfaat Program JKN dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain memperluas kepesertaan, BPJS Kesehatan juga terus meningkatkan mutu layanan. Berbagai inovasi digital seperti Mobile JKN, PANDAWA, Care Center 165, telekonsultasi, antrean online, hingga integrasi informasi jadwal operasi dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit telah dikembangkan untuk memberikan kemudahan akses bagi peserta.

Peningkatan kualitas layanan tersebut tercermin dari tren kepuasan peserta yang terus meningkat dalam empat tahun terakhir, dari 87,6 persen pada 2022 menjadi 92,9 persen pada 2025.

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis penyakit dalam RSUP Dr. Kariadi Semarang, dr. Zaki MK Adhi, SpPD, FINASIM, mengingatkan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk mencegah penyakit kronis, khususnya diabetes melitus dan hipertensi yang kasusnya terus meningkat.

Menurutnya, Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar kelima di dunia, yakni sekitar 19,5 juta orang pada 2021 dan diperkirakan meningkat menjadi 28,6 juta orang pada 2045. Banyak penderita diabetes yang belum menyadari kondisi kesehatannya sehingga terlambat mendapatkan penanganan.

“Hipertensi dan diabetes menyebabkan komplikasi serius, tetapi sebagian besar dapat dicegah melalui pola hidup sehat. Masyarakat perlu membiasakan konsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi gula, garam dan lemak, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” kata dr. Zaki.

BPJS Kesehatan juga terus memperkuat fungsi promotif dan preventif melalui berbagai program skrining kesehatan, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), dan Program Rujuk Balik (PRB). Hingga Mei 2026, jumlah peserta Prolanis di wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai lebih dari 1,12 juta orang yang terdiri atas penderita diabetes melitus dan hipertensi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....