Literasi Lingkungan, Akademisi: Kunci Jaga Laut untuk Generasi Kedepan

  • 08 Jun 2026 11:35 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Peringatan Hari Laut Sedunia menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali kondisi ekosistem perairan di Indonesia. Pasalnya, menjaga kelestarian laut bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab moral seluruh lapisan generasi agar kekayaan alam tersebut dapat tetap dinikmati di masa depan.

Seorang Akademisi Unsoed Purwokerto, Prof. Dr. Ir. Isdy Sulistyo, DEA.., menjelaskan bahwa fungsi laut sangat vital bagi keberlanjutan hidup, mulai dari sumber oksigen, sumber pendapatan, hingga sarana transportasi. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem tersebut.

“Kaitannya dengan pendidikan, semua lapisan generasi ini harusnya mendapatkan informasi yang benar tentang laut. Informasi itu perlu dimanfaatkan agar semua lapisan paham,” ujarnya.

Lebih lanjut, Isdi mengungkapkan bahwa jika pencemaran laut tidak segera ditangani secara serius, polusi di wilayah pesisir selatan Jawa dapat membuat ikan-ikan menjauh ke tengah laut sehingga menyulitkan nelayan lokal untuk mencari nafkah. Tidak hanya merugikan sektor perikanan, dampak jangka panjang pencemaran yang dibiarkan ini juga dipastikan akan merembet hingga ke area pantai dan aliran sungai.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat (antropologi) yang didasari oleh literasi lingkungan yang kuat menjadi benteng utama dalam menekan kerusakan ekosistem. Terlebih, karakteristik laut sebenarnya berfungsi sebagai buffer atau penyangga alami dalam menyerap dampak perubahan iklim global.

“Generasi muda sekarang tentu akan berbeda dengan generasi muda 20 tahun ke depan. Tapi secara prinsip tetap sama, mereka harus memahami apa peran laut bagi kehidupan kita sekarang maupun 20 hingga 30 tahun yang akan datang,” ucapnya.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, pihak universitas pun terus berkomitmen konsisten untuk turun langsung ke lapangan guna mengedukasi masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui berbagai program stimulan secara berkelanjutan, mulai dari aksi bersih pantai hingga penyuluhan terpadu.

Terakhir, Prof. Isdi menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat luas. Ia mengingatkan bahwa persoalan sampah laut sering kali tidak bersumber dari laut itu sendiri, melainkan kiriman limbah domestik yang dibuang sembarangan ke aliran sungai.

“Ini artinya, mulai dari hulu sampai ke muara, banyak masyarakat yang harus terlibat. Pemerintah daerah juga harus aktif memberikan penyuluhan, termasuk membuat pendampingan kepada para pengusaha agar pelestarian laut ini dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....