Bhabinkamtibmas Polres Kebumen Menjadi Tracer TB Bersama Dinkes Kebumen
- 05 Jun 2026 08:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kebumen: Sebanyak 90 personel Bhabinkamtibmas Polres Kebumen resmi diluncurkan sebagai petugas tracer penularan Tuberkulosis (TB) Paru. Program yang menjadi prioritas Kapolda Jawa Tengah tersebut bertujuan memperkuat penemuan kasus dan mencegah penyebaran TB di tengah masyarakat.
Launching petugas tracer TB Paru berlangsung di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen, Kamis (4/6/2026), dipimpin Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Kegiatan dihadiri perwakilan Biddokkes Polda Jawa Tengah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr. Aris Eko Sulistyono, pejabat utama Polres Kebumen, serta para Bhabinkamtibmas.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, program tracer TB Paru merupakan bentuk sinergi antara Polri, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan kader kesehatan desa dalam upaya menekan angka penularan penyakit tersebut. “TB paru merupakan program prioritas Kapolda Jawa Tengah bersama Biddokkes. Ujung tombak kegiatan ini adalah Bhabinkamtibmas,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Menurutnya, tracer memiliki tugas melakukan pelacakan kontak erat pasien TB Paru, membantu identifikasi warga yang berisiko tertular, memberikan edukasi kesehatan, serta mendorong masyarakat yang bergejala untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Selain itu, tracer juga berperan memantau kepatuhan pengobatan pasien agar proses penyembuhan berjalan optimal.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr. Aris Eko Sulistyono menjelaskan, seluruh Bhabinkamtibmas yang ditunjuk telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining TB Paru sebelum diterjunkan ke lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan personel dalam kondisi sehat dan siap mendukung upaya pengendalian TB di Kabupaten Kebumen.
Keterlibatan Bhabinkamtibmas yang tersebar hingga tingkat desa diharapkan mampu mempercepat pelacakan kasus, memperkuat edukasi kesehatan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengobatan TB Paru secara tuntas. Sinergi antara aparat kepolisian dan tenaga kesehatan juga diharapkan dapat menekan angka penularan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....