Pascasarjana UIN Saizu dan USIM Malaysia Perkuat Kolaborasi Akademik

  • 03 Jun 2026 11:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan International Seminar and Intellectual Discourse yang menghadirkan akademisi dari Indonesia dan Malaysia, Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Ujian Doktoral Pascasarjana UIN Saizu tersebut membahas pengembangan dakwah Nusantara serta penguatan budaya publikasi ilmiah di perguruan tinggi.

Seminar diikuti sekitar 80 mahasiswa Pascasarjana dan sejumlah mahasiswa internasional serta menghadirkan delegasi akademisi dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Empat dosen USIM yang menjadi narasumber yakni Dr. M. Khoiri Mahyuddin, Dr. Mashitah Sulaiman, Dr. Nik Suhaida Nik A. Majid, dan Dr. Suhailiza Md. Hamdani.

Dalam sambutannya, Dr. Mashitah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan UIN Saizu kepada delegasi USIM selama berada di Purwokerto. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari UIN Saizu. Kami tidak hanya diterima sebagai tamu, tetapi juga sebagai saudara serumpun. Kehadiran kami di sini adalah untuk saling menimba ilmu dan memperkuat kerja sama akademik,” ujarnya.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan kolaborasi yang lebih konkret, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah bersama. “Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat diwujudkan dalam publikasi bersama antara USIM dan UIN Saizu. Seminar ini tidak cukup hanya dibahas dalam ruang akademik secara eksklusif, tetapi perlu dibawa kepada masyarakat agar memberikan manfaat yang nyata,” katanya.

Direktur Pascasarjana UIN Saizu, Prof. Moh. Roqib, menegaskan pentingnya menjaga identitas lokal di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. “Saya yakin budaya Panginyongan bisa go international. Justru identitas lokal inilah yang dapat menjadi keunggulan dan pembeda UIN Saizu dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Ketika masyarakat internasional ingin mengkaji Nusantara Raya maupun budaya Panginyongan, mereka akan datang ke UIN Saizu,” ungkapnya.

Selain mengikuti seminar, delegasi USIM juga melakukan kunjungan akademik ke sejumlah pesantren di Banyumas untuk mempelajari dinamika pendidikan Islam dan tradisi keilmuan pesantren. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dan Malaysia yang akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman serta pengembangan riset dan publikasi ilmiah bersama di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....