Public Hearing UIN Saizu Hadirkan Dialog Terbuka Perkuat Transparansi Kampus
- 03 Jun 2026 11:35 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola kampus yang partisipatif dan transparan melalui kegiatan Public Hearing 2026 yang diselenggarakan Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Saizu. Kegiatan bertema “Mimbar Akademik, Menyatukan Aspirasi, Membedah Transparansi” tersebut berlangsung di Gedung Student Center (GSC) UIN Saizu Purwokerto, Selasa (2/6/2026).
Ketua SEMA UIN Saizu Purwokerto, Fahmi Nuril, mengatakan Public Hearing menjadi forum dialog yang mempertemukan mahasiswa dengan pimpinan universitas dan fakultas dalam satu ruang yang terbuka. “Hari ini kita berdialog bersama. Public Hearing kali ini menggabungkan seluruh pejabat fakultas karena ada masukan dari teman-teman mahasiswa yang merasa belum puas memperoleh penjelasan pada forum-forum sebelumnya. Karena itu, kami berharap forum ini menjadi ruang untuk bertanya, menyampaikan masukan, dan memperoleh jawaban secara langsung,” ujarnya.
Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, mengapresiasi SEMA yang telah menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan kampus. “Terima kasih dan apresiasi kepada SEMA yang telah menjembatani mahasiswa dengan pimpinan universitas. Acara ini menjadi ruang mimbar akademik untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membedah berbagai kebijakan yang telah maupun sedang dijalankan. Tujuan akhirnya adalah membangun UIN Saizu menjadi kampus yang unggul dan berdaya saing,” kata Prof. Ridwan.
Menurut Prof. Ridwan, pimpinan universitas dan mahasiswa memiliki komitmen yang sama dalam memajukan kampus sehingga forum dialog menjadi sarana untuk merencanakan dan mengembangkan berbagai program strategis ke depan. “Kami yakin forum ini menjadi ruang untuk berpikir bersama bagaimana merencanakan, mendesain, mengembangkan, dan berikhtiar memajukan UIN Saizu. Dalam entitas perguruan tinggi terdapat dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Hari ini kita berkumpul bersama untuk mendengar satu sama lain,” ucapnya.
Ia menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan dicatat dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan kampus. “Kami akan banyak mendengar, mencatat, dan menindaklanjuti berbagai masukan dalam bentuk paket-paket kebijakan. Kami meyakini bahwa mahasiswa adalah stakeholder utama kampus yang paling memahami kebutuhan nyata yang dirasakan oleh mahasiswa,” ujarnya menambahkan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan rencana pembangunan auditorium multifungsi yang diproyeksikan mulai direalisasikan pada 2027 untuk mendukung berbagai kegiatan akademik, seminar, pertemuan hingga olahraga dalam ruangan. Forum kemudian dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi mahasiswa dari berbagai fakultas yang mendapat tanggapan langsung dari pimpinan universitas maupun fakultas, sehingga diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam peningkatan kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan serta memperkuat sinergi menuju tata kelola kampus yang lebih transparan dan partisipatif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....