Penguatan Dolar AS Mulai Tekan Sejumlah Komoditas Impor di Banyumas

  • 03 Jun 2026 09:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sejumlah komoditas yang bergantung pada bahan baku impor di Kabupaten Banyumas. Meski demikian, harga kebutuhan pokok secara umum masih terpantau relatif stabil berdasarkan pemantauan di 26 pasar tradisional.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Bahan Pokok dan Penting DKUKMP Banyumas, Wiwid Wijayadi, mengatakan dampak paling terasa terjadi pada komoditas berbahan baku impor seperti kedelai. Kondisi tersebut berimbas pada pelaku UMKM tempe dan tahu yang menghadapi kenaikan biaya produksi.

“Pada akhirnya mereka kebanyakan mengecilkan ukuran gitu. Karena kalau menaikkan harganya kan akan sensitif sekali ya terhadap masyarakat. Kedua, pembungkusnya, plastiknya kan bahan baku yang juga ikut naik tinggi. Ini juga ini berpengaruh sekali terhadap teman-teman di pengrajin tempe itu,” ujar Wiwid saat diwawancarai RRI Purwokerto pada Rabu (3/6/2026).

Selain kedelai, kenaikan nilai dolar juga memengaruhi sektor peternakan dan pertanian. Bahan baku pakan ternak serta pupuk seperti NPK dan urea yang masih bergantung pada impor mengalami tekanan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Wijayadi menambahkan, sektor industri juga merasakan dampak serupa, terutama pada kebutuhan kemasan berbahan plastik dan kertas. Kenaikan harga bahan tersebut dinilai cukup signifikan dan berpengaruh terhadap biaya produksi perusahaan.

Meski demikian, DKUKMP Banyumas memastikan harga bahan pokok yang dipantau setiap hari masih berada dalam kondisi stabil. Pemantauan rutin dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga maupun gangguan distribusi.

“Kita sudah setiap minggu melakukan operasi pasar minyak kita, minyak agar stabil harganya. Itu bisa kita lakukan karena ada kebijakan dari daerah pusat yang DMO itu. Sehingga kita bisa melakukan selalu operasi pasar,” ucap Wiwid

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah daerah terus melaksanakan operasi pasar sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu komoditas yang secara rutin diintervensi melalui operasi pasar adalah minyak goreng, yang didukung kebijakan pasokan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, untuk komoditas seperti kedelai, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi karena harga sangat dipengaruhi mekanisme pasar dan kondisi global. Namun, koordinasi dengan produsen tetap dilakukan guna mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

Dalam pengawasan harga, DKUKMP bersama tim lintas instansi melakukan pengecekan pasar setiap hari. Tim yang terdiri atas unsur perdagangan, kepolisian, dan dinas terkait juga turun ke lapangan untuk mengantisipasi potensi penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

Pemerintah Kabupaten Banyumas mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga serta mencegah terjadinya lonjakan permintaan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran. (Azra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....