36 Kasus Kebakaran di Cilacap hingga Mei 2026, Dominasi karena Korsleting Listrik
- 02 Jun 2026 15:47 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Sepanjang Januari hingga 31 Mei 2026, Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 36 kejadian kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Ari Widodo, mengatakan sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan permukiman warga.
"Dari Januari sampai dengan Mei terjadi kebakaran 36 kali. Kemudian didominasi oleh pemukiman, jumlahnya 23 dan dunia usaha 13 buah," kata Gatot saat menyampaikan paparan infografis Damkar Cilacap per 31 Mei 2026.
Berdasarkan hasil evaluasi, penyebab kebakaran paling banyak berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Dari total 36 kejadian, sebanyak 20 kasus dipicu oleh masalah kelistrikan.
Selain itu, empat kejadian kebakaran disebabkan penggunaan tungku atau gas LPG, sedangkan 12 kejadian lainnya terjadi akibat kelalaian manusia atau human error.
Meski tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut, Damkar mencatat satu orang mengalami luka-luka. Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 miliar dengan 35 bangunan mengalami kerusakan.
"Alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia. Kemudian luka-luka satu, kemudian total kerugian kurang lebih Rp1,2 miliar. Bangunan yang rusak ada 35 buah," ujarnya.
Untuk menekan angka kebakaran, Damkar Cilacap terus menggencarkan berbagai langkah pencegahan. Hingga akhir Mei 2026, petugas telah melaksanakan 131 kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran serta sembilan kegiatan inspeksi proteksi kebakaran pada bangunan gedung.
Menurut Gatot, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran di Kabupaten Cilacap.
"Insyaallah kita akan teruskan kegiatan pencegahan dan kesiapsiagaan ini untuk mengurangi terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten Cilacap," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar lebih rutin memeriksa instalasi listrik yang digunakan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mengecek kondisi kabel dan peralatan listrik dapat mengurangi risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat menggunakan kompor maupun tabung gas LPG.
"Untuk yang tungku gas, ini kadang-kadang lupa meninggalkan dapur pada saat kompor menyala. Ini yang menjadi salah satu perhatian kami pada seluruh masyarakat," jelas Gatot.
Tak hanya menangani kebakaran, Damkar Cilacap juga aktif menjalankan berbagai operasi penyelamatan non-kebakaran yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan kasus kebakaran.
Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 471 operasi penyelamatan non-kebakaran telah dilakukan. Operasi Tangkap Tawon atau OTT menjadi layanan yang paling sering ditangani dengan total 379 kali penanganan.
Selain itu, petugas juga melakukan 55 operasi penangkapan ular, lima penanganan hewan liar seperti kera, serta 32 operasi pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga.
Menurut Gatot, seluruh layanan tersebut dilaksanakan oleh personel yang bertugas di Pos Damkar Cilacap, Sidareja, Kroya, dan Majenang.
Gatot mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran sejak dini.
"Kami mohon kepada masyarakat untuk melaksanakan pencegahan dan kesiapsiagaan baik itu masyarakat dan dunia usaha," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....