Waspadai Hantavirus, Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan
- 01 Jun 2026 10:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Penyakit hantavirus perlu diwaspadai masyarakat karena penularannya berkaitan erat dengan kondisi lingkungan yang tidak bersih dan keberadaan tikus sebagai reservoir virus. Upaya menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi langkah paling penting untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Epidemiolog Unsoed Purwokerto, dr. Joko Mulyanto, M.Sc, Ph.D, menjelaskan hantavirus merupakan virus jenis RNA yang penularannya bersifat zoonosis atau berasal dari hewan ke manusia. Hingga saat ini, penularan antarmanusia disebut sangat jarang terjadi.
“Hantavirus itu adalah virus jenis RNA. Penularannya dari hewan ke manusia dan selama ini memang sangat jarang sekali terjadi penularan dari manusia ke manusia,” katanya.
Penularan hantavirus kepada manusia umumnya terjadi melalui produk biologis tikus seperti urin, feses, maupun liur yang telah mengering dan bercampur dengan debu yang kemudian terhirup melalui saluran pernapasan manusia.
Lingkungan yang kotor dan tidak terawat menjadi faktor utama meningkatnya populasi tikus. Sampah rumah tangga yang menumpuk, genangan air, serta bangunan dengan banyak celah dan ruang sempit dapat menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
“Kalau sistem pembuangan sampah tidak bagus, ada makanan sisa, air menggenang, dan tempat tertutup yang tidak terurus, itu akan membuat tikus mudah berkembang biak,” katanya.
Joko menambahkan, pengendalian tikus harus dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat karena kebersihan satu rumah saja tidak cukup apabila lingkungan sekitarnya masih kotor.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain memperbaiki sistem pembuangan sampah, memastikan saluran air tidak tersumbat, serta menutup celah rumah yang berpotensi menjadi sarang tikus.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
“Ketika perbaikan lingkungan dilakukan bersama-sama, maka rantai penularannya bisa terputus karena jumlah tikus semakin sedikit dan jaraknya dengan manusia semakin jauh,” ujarnya. (Aisha)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....