LPPSLH Perkuat Demokrasi Lewat Transformasi Kelembagaan

  • 28 Mei 2026 09:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumaas : Yayasan LPPSLH resmi melakukan transformasi kelembagaan, sebagai langkah strategis menghadapi tantangan disrupsi organisasi masyarakat sipil di era modern. Melalui struktur organisasi terpadu yang baru, lembaga tersebut memadukan kekuatan sayap bisnis atau amal usaha dengan gerakan sosial.

Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan lembaga, sekaligus memperkuat perjuangan demokrasi dan hak-hak warga negara. Transformasi ini menjadi jawaban atas perubahan zaman yang ditandai dengan pergeseran pola pendanaan global, perkembangan teknologi digital, hingga menurunnya ketergantungan pada model kerja LSM konvensional.

Yayasan LPPSLH menegaskan, pembaruan kelembagaan dilakukan. Agar lembaga tetap relevan, adaptif, dan mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan akar perjuangan sosialnya.

Arah transformasi tersebut dikawal langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan LPPSLH, Prof. Purnama Sukardi, Ph.D., bersama Anggota Dewan Pembina Drs. Arif Wahidin, M.Si. Keduanya bersama jajaran Dewan Pembina dan Dewan Pengawas disebut menjadi tokoh penting dalam membangun fondasi kelembagaan yang kuat, tangguh, dan berkelanjutan.

Ketua Badan Pengurus Yayasan LPPSLH, Dr. Barid Hardiyanto, mengatakan struktur baru tersebut menjadi bentuk adaptasi nyata terhadap tantangan disrupsi LSM yang kini terjadi secara global.

“Disrupsi LSM adalah sebuah keniscayaan, dan mereka yang enggan beradaptasi akan ditinggalkan oleh sejarah. Formasi kepengurusan baru ini memastikan LPPSLH tetap relevan, modern, dan mandiri secara ekonomi. Namun, ruh dari lembaga ini tidak akan pernah berubah,” ujarnya.

Dalam struktur baru tersebut, Dr. Barid Hardiyanto juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif LSM LPPSLH yang bertugas memastikan sinergi antara sayap bisnis dan gerakan sosial berjalan harmonis. Ia didukung Deddy Purwinto, SE, MH sebagai Sekretaris sekaligus Direktur Operasional, serta Okti Murniatun, S.Kom sebagai Bendahara dan Direktur Keuangan.

Selain itu, LPPSLH juga memperkuat jajaran manajerial melalui sejumlah bidang strategis. Muhajir Fajar Akhmad, SH dipercaya sebagai Manajer Pemberdayaan Masyarakat dan Kewirausahaan Sosial yang fokus pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis ekonomi hijau dan advokasi kelompok rentan.

Sementara Deddy Purwinto juga menjalankan fungsi sebagai Manajer Manajemen Aset dan Mobilisasi Sumber Daya dengan fokus pengembangan aset dan kemitraan strategis melalui CSR, filantropi, serta crowdfunding. Adapun Krisdianto, SE menjabat sebagai Manajer Riset, Teknologi dan Pengembangan Institusi yang bertugas mengintegrasikan teknologi digital dalam kerja advokasi dan penguatan riset kelembagaan.

Sebagai pilar utama kemandirian pendanaan, Yayasan LPPSLH mengembangkan lima sektor amal usaha, yakni bisnis ramah lingkungan, kajian dan riset strategis, media dan jasa kreatif, pengembangan produk akar rumput, serta keuangan mikro syariah. Keuntungan dari unit usaha tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung pembiayaan program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

LPPSLH menegaskan, penguatan kelembagaan dan kemandirian ekonomi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk terus menjaga demokrasi, mengawal konstitusi, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil, khususnya kelompok rentan dan terpinggirkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....