Perempuan Mandiri Dimulai dari Pengelolaan Keuangan yang Bijak

  • 27 Mei 2026 17:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Program Dialog Pengarusutamaan Gender RRI Purwokerto membahas pentingnya perempuan mandiri secara finansial melalui tema “Perempuan Mandiri Dimulai dari Dompet Sendiri”. Dalam dialog tersebut, Duta Literasi Keuangan OJK, Siti Latifah menjelaskan bahwa perempuan mandiri bukan hanya soal memiliki penghasilan, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan bijak demi masa depan diri sendiri dan keluarga.

“Perempuan mandiri dimulai dari bagaimana kita bisa mengelola pendapatan dengan baik, bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan,” kata Siti Latifah.

Menurut Siti Latifah, literasi keuangan sangat penting di era digital karena kemudahan transaksi dan maraknya layanan pinjaman online sering membuat masyarakat, khususnya perempuan, sulit membedakan kebutuhan dan keinginan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergoda tren belanja atau gaya hidup yang berlebihan.

“Kalau lihat barang lucu enggak harus dibeli, cukup diketawain aja. Kita harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Siti juga membagikan tips sederhana mengatur keuangan, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan, menyisihkan tabungan di awal menerima penghasilan, serta menyiapkan dana darurat. Ia menyarankan masyarakat mulai menabung sedikit demi sedikit secara konsisten.

“Menabung itu disisihkan, bukan disisakan. Kalau menunggu sisa, biasanya enggak akan ada sisanya,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perempuan memiliki kemampuan finansial sendiri dengan memanfaatkan potensi dan keterampilan yang dimiliki. Menurutnya, perempuan bisa memulai usaha dari hal yang disukai, seperti memasak, berkebun, atau kemampuan berbicara di depan umum.

“Allah menciptakan manusia dengan kelebihan masing-masing. Tinggal bagaimana kita menemukan kekuatan itu dan memanfaatkannya untuk menambah penghasilan,” kata Siti Latifah.

Di akhir dialog, Siti Latifah berpesan agar perempuan terus meningkatkan literasi keuangan dan tidak mudah tergiur investasi instan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Ia menegaskan bahwa perempuan mandiri bukan soal menjadi yang paling kaya, tetapi menjadi pribadi yang mampu mengatur masa depan dengan baik.

“Perempuan mandiri bukan soal siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling siap mengatur masa depannya,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....