TPA Nurul Ummahaat Wakili Jateng di Ajang Nasional
- 25 Mei 2026 16:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Kabupaten Purbalingga kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. TPA Nurul Ummahaat Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, menjadi wakil Provinsi Jawa Tengah pada final nasional Lomba Gerakan ASRI Tamasya Cinta Lingkungan Tahun 2026 yang diselenggarakan BKKBN.
Penilaian final dilakukan melalui presentasi dan wawancara daring di Balai Penyuluh KB Kecamatan Karangmoncol, Senin (25/5/2026). TPA Nurul Ummahaat sebelumnya berhasil masuk nominasi tiga terbaik Regional 2 tingkat nasional setelah melalui seleksi berjenjang tingkat provinsi hingga nasional.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Purbalingga, Jusi Febrianto, mengatakan TPA Nurul Ummahaat dinilai konsisten menerapkan pendidikan cinta lingkungan kepada anak usia dini. “TPA Nurul Ummahaat sejak lama sudah mempunyai aktivitas terkait menanamkan kecintaan terhadap lingkungan kepada peserta didik. Anak-anak dikenalkan bagaimana mengumpulkan, mengolah, hingga memanfaatkan kembali sampah yang ada di sekitar mereka melalui konsep reduce, reuse, dan recycle,” katanya.
Menurutnya, pendidikan lingkungan yang diterapkan tidak hanya berdampak pada anak-anak, tetapi juga membangun kebiasaan baik di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Program tersebut dinilai mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan secara berkelanjutan sejak usia dini.
Ketua Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nitya Apranadyanti, mengatakan TPA Nurul Ummahaat terpilih dari sekitar 100 peserta tingkat provinsi. “Dari sekitar 100 peserta tingkat provinsi, TPA Nurul Ummahaat menjadi yang terbaik di Jawa Tengah sehingga kami ajukan ke tingkat nasional. Alhamdulillah di tingkat nasional juga berhasil masuk nominasi tiga terbaik Regional 2,” ujarnya.
Kepala TPA Nurul Ummahaat, Siti Munifah, menjelaskan pendidikan cinta lingkungan telah menjadi bagian pembelajaran sejak TPA berdiri pada 2013. Berbagai kegiatan yang diterapkan antara lain pemilahan sampah, pembuatan kompos, penanaman menggunakan pot barang bekas, hingga pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi alat permainan edukatif.
Selain itu, anak-anak juga dikenalkan kreativitas ramah lingkungan melalui pembuatan batik ecoprint dan gerakan sedekah minyak jelantah yang disalurkan ke TPS 3R Desa Pekiringan. TPA tersebut juga memanfaatkan aplikasi Tamasya dalam administrasi untuk mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data anak.
Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi langkah TPA Nurul Ummahaat dalam membangun kepedulian lingkungan sejak dini. “Harapan saya pembelajaran berbasis lingkungan seperti Tamasya Cinta Lingkungan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi PAUD lainnya di Kabupaten Purbalingga. Anak-anak perlu dibiasakan peduli lingkungan sejak usia dini, termasuk membiasakan memilah sampah di lingkungan sekolah,” ucapnya.
Program Tamasya Cinta Lingkungan menjadi salah satu upaya membangun budaya peduli lingkungan melalui keluarga dan lembaga pengasuhan anak. Keberhasilan TPA Nurul Ummahaat menembus final nasional diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga PAUD lainnya untuk menghadirkan pendidikan lingkungan yang kreatif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....