Mahasiswa STMIK Widya Utama Purwokerto Ikuti KKN Internasional di Malaysia

  • 25 Mei 2026 13:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Mahasiswa STMIK Widya Utama Purwokerto turut ambil bagian dalam program pengabdian masyarakat bertaraf internasional melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah.

Melalui program bertajuk Mangunsari Goes Abroad 2026, kampus tersebut mengirimkan satu mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika untuk melaksanakan pengabdian di Malaysia bersama peserta dari perguruan tinggi lain di Jawa Tengah.

Ketua STMIK Widya Utama Purwokerto Ir. Bambang Nooryanto, M.M., mengatakan, mahasiswa yang ditugaskan adalah Alfian Hidayat. Ia tergabung dalam satu kelompok bersama peserta dari Universitas Duta Bangsa Surakarta untuk menjalankan program pengabdian di Sanggar Belajar Kampung Melayu Sungai Buloh, Malaysia, pada 1–28 April 2026.

Menurut Bambang, kegiatan tersebut mengusung tema Pendidikan Digital Legal Empowerment bagi Anak Indonesia di Malaysia dengan fokus pada penguatan karakter dan penanaman nilai-nilai nasionalisme bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Orientasi utama program ini adalah mengubah pola pikir anak-anak perantauan agar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga cerdas secara hukum dan bangga akan identitas tanah airnya melalui pengajaran dengan teknologi yang modern, seperti pemanfaatan software-software edukatif dan interaktif," ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut memberikan dampak positif terhadap siswa di Sanggar Belajar. Melalui pendekatan yang humanis dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, anak-anak PMI yang tumbuh di lingkungan perantauan mulai menunjukkan rasa cinta tanah air yang lebih kuat serta kebanggaan terhadap identitas mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Keberhasilan program itu didukung oleh pelaksanaan empat bidang kegiatan utama, yakni pendidikan melalui pembelajaran digital, lingkungan melalui aksi kebersihan, kesehatan melalui pembiasaan hidup bersih dan sehat, serta kewirausahaan untuk menumbuhkan kreativitas dan kemandirian ekonomi sejak dini.

"Keberhasilan tersebut dicapai melalui optimalisasi empat program kerja utama, yaitu bidang pendidikan lewat pembelajaran digital yang modern, bidang lingkungan melalui aksi kepedulian kebersihan sekitar, bidang kesehatan untuk menanamkan pola hidup bersih, serta bidang kewirausahaan guna melatih kreativitas dan kemandirian ekonomi sejak dini," kata Bambang.

Ia berharap sinergi program tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak diaspora Indonesia yang tumbuh dan belajar di luar negeri. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan sosial dalam lingkungan internasional.

"Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan sosial, tetapi juga menjadi representasi positif institusi dan bangsa Indonesia di luar negeri," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Internasional STMIK Widya Utama sekaligus dosen pembimbing, Rianti Yunita Kisworini, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan dedikasi mahasiswa selama mengikuti KKN Internasional di Malaysia.

"Meskipun terpaut jarak, pendampingan dan koordinasi tetap dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan baik, lancar, serta memberikan dampak positif bagi anak-anak Indonesia di Sanggar Belajar binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....