Gen Z Diajak Kuasai Media Sosial untuk Sebarkan Nilai-Nilai Islam
- 25 Mei 2026 08:59 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Bekerja sama dengan PK IMM Buya Hamka UMP dan HMPS PAI UMP, BEM FAI UMP sukses menggelar puncak Lomba Video Konten Kreatif pada Minggu (21/5/2026). Acara yang berlangsung di Ruang L.II.5 Gedung Prof. Baedhowi Fakultas Kedokteran UMP itu juga menghadirkan talkshow bertajuk “From Content to Influence: Cara Gen Z Menguasai Media dengan Nilai Islam.”
Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa UMP dan masyarakat umum ini berlangsung sejak pagi. Selain menjadi ajang pengumuman pemenang lomba video konten kreatif, acara juga menjadi ruang diskusi mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah.
Sebelumnya, lomba telah dilaksanakan secara daring dengan mengumpulkan video pendek yang mengangkat nilai-nilai Islam dan kreativitas generasi muda.
Dakwah Digital Tak Sekadar Mengejar Viral
Talkshow menghadirkan pegiat dakwah digital, Yusuf Susanto, dengan moderator Queen Sabrina. Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Yusuf menegaskan bahwa menjadi kreator konten Islami tidak hanya berorientasi pada popularitas, ketenaran, atau rasa takut tertinggal tren (Fear of Missing Out/Fomo).
“Tujuan utama media sosial sejatinya adalah membuat orang berlama-lama karena konten yang bermanfaat. Konten yang viral harus bisa memimpin narasi kebaikan. Jika generasi pembawa nilai kebenaran diam saja, maka narasi yang batil akan mendominasi ruang digital,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI, Senin (25/5/2026).
Yusuf juga menekankan bahwa dakwah digital membutuhkan kesungguhan. Menurutnya, pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan rela mengeluarkan tenaga dan biaya besar, sehingga generasi muda Islam juga perlu bersungguh-sungguh dalam menyebarkan pesan kebaikan.
“Memang sama-sama sakit, penat, dan pusing. Tapi bedanya, kita mendapatkan rahmat Allah, sementara mereka tidak. Dakwah digital seperti menanam bibit di tanah luas. Kita tidak pernah tahu postingan mana yang kelak menjadi hidayah bagi seseorang,” tuturnya.
Memahami Algoritma dan Nilai Konten
Dalam pemaparannya, Yusuf membagikan sejumlah strategi bagi Gen Z untuk membangun pengaruh positif di media sosial. Langkah pertama adalah memahami cara kerja algoritma.
Menurutnya, sebuah konten akan diuji kepada sebagian kecil audiens terlebih dahulu. Jika mendapat respons baik, seperti ditonton hingga selesai, disukai, dikomentari, dibagikan, atau disimpan, maka jangkauannya akan diperluas.

Selain itu, Yusuf menilai, kreator perlu menentukan positioning akun dengan memilih tema konten, target audiens, serta gaya penyampaian yang sesuai. Setiap konten juga harus memiliki nilai yang jelas, yakni relevan, bermanfaat, menyentuh emosi, mudah dipahami, dan mampu mendorong interaksi.
“Jangan sekadar ikut tren. Berikan solusi yang benar-benar bisa diterapkan audiens,” ucapnya.
Yusuf menjelaskan bahwa kunci menjadi influencer Islami adalah mengubah cara pandang dalam membuat konten. Mulai dari mencari ide, menyusun pembuka yang menarik (hook), hingga menulis naskah yang mengajak, bukan menggurui. Ia menyarankan penggunaan bahasa yang santai dan dekat dengan keseharian Gen Z.
Menurutnya, dakwah akan lebih mudah diterima jika disampaikan melalui cerita, pengalaman pribadi, atau proses belajar. Audiens cenderung lebih menyukai konten yang terasa tulus dibandingkan yang bernada menghakimi. Ia juga merekomendasikan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dengan pendekatan storytelling atau voice over.
“Upload satu konten setiap hari, lalu evaluasi insight untuk menemukan winning content. Dari konten yang konsisten dan bernilai, seorang kreator bisa bertransformasi menjadi sosok yang membawa pengaruh positif,” ujarnya.
Pengumuman Pemenang

Pada akhir acara, dewan juri menetapkan Muchammad Agung Setyo Widodo sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Safina Yasmin Elfausta, sedangkan Amar Hamzah Al-Ma’sum menempati posisi ketiga. Ketiganya menerima piagam penghargaan dan hadiah pembinaan atas karya video yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kreativitas Gen Z.
Ketua pelaksana, Muhammad Lutfi Syarif, mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan lebih banyak kreator muda yang aktif menyebarkan nilai-nilai Islam melalui media digital.
“Kami berharap kolaborasi BEM FAI, PK IMM Buya Hamka, dan HMPS PAI tidak berhenti di sini. Ke depan, akan ada lebih banyak ruang bagi Gen Z untuk belajar dan berkarya dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....