Kemenhaj Gelar Konsolidasi Akbar Jelang Puncak Ibadah Haji 2026

  • 25 Mei 2026 07:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kementerian Haji melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar Konsolidasi Akbar Penyelenggaraan Ibadah Haji di White Rose Wedding Hall, Mekkah, Ahad (24/5/2026) malam waktu Arab Saudi.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan koordinasi dan kesiapan seluruh petugas haji dalam menghadapi fase puncak ibadah haji, khususnya pelaksanaan Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Ketua PPIH Arab Saudi Tahun 2026, Ian Hermawan, mengatakan fase Armuzna merupakan inti perjalanan spiritual jamaah haji sehingga membutuhkan pelayanan maksimal dari seluruh petugas.

Menurutnya, konsolidasi akbar penting dilakukan guna menyatukan langkah dan memperkuat kesiapan petugas di lapangan.

Sementara itu, Abdul Aziz Ahmad menyampaikan pelaksanaan haji tahun ini tetap menghadapi sejumlah dinamika, mulai dari persoalan penerbangan, distribusi kartu nusuk, hingga kondisi kesehatan jamaah.

Meski demikian, pemerintah terus berupaya memastikan pelaksanaan wukuf dan seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan optimal bagi jamaah Indonesia.

Arahan strategis juga disampaikan Menteri Haji dan Umrah sekaligus Amirul Haj Tahun 2026, M. Irfan Yusuf. Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada jamaah harus menjadi prioritas utama karena ibadah haji merupakan cita-cita tertinggi umat Islam.

Menurutnya, Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian besar terhadap penyelenggaraan ibadah haji, termasuk melalui pembentukan kementerian khusus yang menangani urusan haji.

Dalam arahannya, Irfan Yusuf menekankan pentingnya soliditas petugas, sinergi antarlayanan, serta sistem komando yang jelas di setiap titik pelayanan jamaah.

Ia juga meminta petugas memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia yang jumlahnya mencapai sekitar 55 persen dari total jamaah Indonesia.

Selain itu, mitigasi kesehatan jamaah, pencegahan dehidrasi, distribusi konsumsi, hingga kesamaan informasi antarpetugas menjadi perhatian penting demi mendukung keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Pemerintah menargetkan tercapainya Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses peradaban dan keadaban.

Salah satu peserta konsolidasi sekaligus Ketua Kloter 73 SOC asal Kabupaten Banyumas, Dudiyono, menilai kegiatan tersebut menjadi pedoman penting bagi seluruh petugas haji dalam menjalankan tugas pelayanan kepada jamaah.

Menurutnya, penguatan koordinasi dan kesatuan langkah diharapkan mampu mendukung kelancaran ibadah haji dan membantu jamaah meraih predikat haji mabrur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....