Alumni UIN Saizu Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

  • 25 Mei 2026 05:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dedikasi menghadirkan pendidikan gratis bagi anak-anak di wilayah lereng Gunung Slamet mengantarkan alumni UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Isrodin, meraih penghargaan Liputan6 Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas kiprahnya mendirikan MTs Pakis di Dusun Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Isrodin diketahui merupakan alumni Program Studi Kependidikan Islam yang kini bernama Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu Purwokerto. Selain menjadi pendiri MTs Pakis, Isrodin juga dikenal sebagai mantan Ketua Faktapala angkatan ke-5 yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Melalui MTs Pakis, Isrodin bersama relawan dan komunitas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Argo Wilis menghadirkan pendidikan alternatif berbasis lingkungan dan budaya lokal bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kehadiran sekolah tersebut menjadi solusi atas keterbatasan akses pendidikan formal akibat faktor ekonomi, jarak, hingga minimnya sarana transportasi di kawasan lereng Gunung Slamet.

Keunikan MTs Pakis terletak pada sistem pembelajaran berbasis agroforestri dan kearifan lokal yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Bahkan, siswa diperbolehkan membayar daftar ulang menggunakan hasil bumi sebagai bentuk penyesuaian dengan kondisi sosial masyarakat sekitar yang mayoritas bekerja di sektor pertanian dan kawasan hutan.

Menurut Isrodin, pendidikan harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dan tidak sekadar mengandalkan konsep sekolah gratis. “Pendidikan harus berdampak dan punya makna dalam kehidupan masyarakat. Semua pihak perlu terlibat karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Isrodin di Studio Liputan6 Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperjuangkan pendidikan demi masa depan generasi penerus bangsa. “Mari menjadikan alam sebagai guru dan sekolah sebagai rumah bersama,” katanya.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar menilai perjuangan Isrodin menjadi contoh nyata bahwa perubahan dapat dimulai dari keterbatasan. “Masih ada anak-anak yang harus berjuang hanya untuk bisa bersekolah. Di tengah kondisi itu, hadir orang-orang yang memilih tetap bergerak dan percaya bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan,” ujar Menag dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI.

Menag menambahkan pendidikan bukan hanya soal ruang kelas formal, tetapi juga tentang menghadirkan harapan dan kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa. Kiprah Isrodin melalui MTs Pakis pun dinilai menjadi inspirasi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah terpencil sekaligus memperkuat pendidikan berbasis lingkungan dan kearifan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....