Antisipasi Kemarau Panjang, BPBD Banyumas Siapkan Dropping Air Bersih

  • 24 Mei 2026 21:36 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi dampak musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dari perkiraan. Salah satu upaya yang telah disiapkan adalah program dropping air bersih bagi wilayah rawan kekeringan.

Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banyumas, Awal Sudiono, mengatakan pihaknya telah menyiagakan mekanisme penyaluran bantuan air bersih apabila kebutuhan masyarakat tidak lagi dapat dipenuhi dari sumber air yang tersedia di desa.

Menurutnya, penyaluran bantuan akan dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa yang terdampak kekeringan. Dengan mekanisme tersebut, BPBD dapat memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Antisipasi apabila nanti terjadi musim kemarau waktunya agak panjang, kita sudah persiapkan untuk dropping air bersih melalui permohonan dropping air bersih desa-desa,” kata Awal kepada RRI.

Meski demikian, BPBD menilai dampak musim kemarau tahun ini diperkirakan tidak akan terlalu signifikan. Kondisi tersebut didukung oleh semakin banyaknya desa yang telah memiliki sumur bor sendiri untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat saat musim kering.

Keberadaan sumur bor dinilai cukup efektif mengurangi risiko krisis air yang selama ini kerap terjadi di sejumlah wilayah Banyumas ketika musim kemarau tiba. Namun, BPBD tetap melakukan pemantauan mengingat kondisi cuaca dapat berubah dan musim kemarau berpotensi berlangsung lebih lama.

Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat sekitar 19 kecamatan yang memiliki potensi mengalami kekeringan saat musim kemarau. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Gumelar, Lumbir, Wangon, Pekuncen, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Tambak, Sumpiuh, hingga Kemranjen.

Selain menyiapkan bantuan air bersih, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau perkembangan kondisi sumber air di wilayah masing-masing. Langkah ini dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan ketika terjadi penurunan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan air secara bijak dan efisien selama musim kemarau. Upaya penghematan dinilai penting guna menjaga ketersediaan pasokan air bersih, terutama apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Yang jelas mereka harus efisien terhadap penggunaan air, apalagi saat ini musim kemarau agak panjang diperkirakan oleh BMKG,” ujar Awal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....