Bank Sampah Andalas Tingkatkan Kesadaran Warga Alasmalang Kelola Sampah
- 22 Mei 2026 15:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Bank Sampah Andalas terus berperan aktif dalam mengelola sampah masyarakat di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Bank sampah tersebut berupaya untuk mendorong kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah dengan aktif melibatkan mereka dalam pemilahan sampah dari rumah.
Ketua Bank Sampah Andalas Desa Alasmalang, Roniyah mengatakan program bank sampah ini berawal dari inovasi untuk lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) pada tahun 2021. Inovasi ini diantaranya adalah, Martikoklamah (Mari Tidak Merokok di Dalam Rumah), Lucitalamah (Lakukan Cuci Tangan Sebelum Masuk Rumah), serta Bank Sampah Andalas.
“Dari situ, kemudian kami membentuk bank sampah. Bank sampah kami ada sembilan; satu bank sampah unit tingkat desa yang membawahi delapan bank sampah. Alasmalang ini ada 8 RW, jadi masing-masing dari RW itu ada bank sampahnya,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Jumat (22/05/2026).
Ia menjelaskan kegiatan bank sampah dilakukan secara rutin setiap satu bulan sekali dengan sistem penyetoran sampah oleh warga yang kemudian dicatat sebagai tabungan anggota. Selain itu, pemilahan sampah juga sudah mulai dilakukan di tingkat rumah tangga dengan penyediaan dua tempat sampah, organik dan non-organik.
Keberadaan bank sampah turut memberi dampak positif terhadap kondisi lingkungan desa. Salah satunya, wilayah yang sebelumnya rawan banjir kini berangsur membaik seiring meningkatnya kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.
“Kesadaran untuk hidup bersih, hidup sehat itu sudah luar biasa di kami. Kemudian, dulu kami ada daerah yang banjir, alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Terus kami ada gerakan nyapu serentak dalam setiap bulannya, sehingga lingkungan terasa lebih bersih,” tuturnya.
Tidak hanya itu, limbah buah durian yang menjadi komoditas unggulan desa juga mulai diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti gantungan kunci dengan isi kulit durian, keripik kulit durian, hingga basreng biji durian.
Meski demikian, Roniah mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini ada pada pengelolaan sampah non-organik. Saat ini, sampah anorganik masih langsung disalurkan ke pengepul karena keterbatasan fasilitas dan tenaga ahli.
“Harapan kami, kami memiliki tempat pengolahan, sehingga sampah kami bisa diolah menjadi produk-produk yang bermanfaat untuk yang sampah non-organiknya,” katanya.
Kini jumlah anggota Bank Sampah Andalas mencapai 339 orang yang tersebar di delapan RW. Pihaknya berharap jumlah anggota terus bertambah agar pengelolaan sampah di Desa Alasmalang semakin optimal.(Manda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....