Kenaikan BBM Bebani Pengemudi Bentor, Becak Listrik Jadi Alternatif

  • 22 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan para pengemudi becak motor atau bentor di Banyumas. Tingginya biaya operasional membuat penghasilan pengemudi bentor semakin tertekan, terlebih jumlah penumpang kini terus menurun akibat persaingan dengan ojek online.

Salah satu pengemudi bentor, Slamet mengatakan kenaikan BBM sangat memengaruhi penghasilannya karena kendaraan yang digunakan bergantung pada bensin. Pengemudi yang setiap harinya mangkal di Pasar Cerme ini mengatakan kondisi jalan yang banyak tanjakan membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros.

“Kalau tarikannya nanjak terus, bensinnya boros banget, cepat habis. Kalau sering narik sehari bisa habis Rp15 ribu buat bensin,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Kamis (21/05/2026).

Menurut Slamet, kondisi penumpang saat ini juga tidak menentu. Dalam sehari terkadang ia hanya mendapat dua kali penumpang dengan pendapatan sekitar Rp30 ribu, dibandingkan dahulu yang bisa mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per hari.

Meski biaya operasional meningkat, Slamet mengaku belum berani menaikkan tarif penumpang. Ia khawatir kenaikan tarif justru membuat minat masyarakat menggunakan bentor semakin berkurang.

“Dibandingkan becak listrik kayanya sih lebih mudah yang bentor, ini kan tenaganya lebih kuat. Tapi kalau bensinnya naik ya lebih susah lagi, payah,” katanya.

Di tengah kenaikan BBM, keberadaan becak listrik dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih hemat bagi pengemudi becak. Biaya operasional becak listrik juga relatif lebih ringan karena menggunakan daya baterai dan tidak bergantung pada bensin.

Pengemudi becak listrik, Kiswandi, mengaku kendaraan listrik cukup membantu meringankan tenaga saat menarik penumpang, terutama di jalan menanjak. Becak listrik yang mulai digunakannya sejak awal tahun ini dinilai lebih ringan dibanding becak kayuh biasa.

“Becak biasa kan manjatnya, itu ngos-ngosan. Ini (becak listrik) mendingan ringan. Kalau narik, manjat mendingan ringan,” ucapnya.

Di sisi lain, becak listrik juga memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait pengisian daya baterai. Kiswandi mengaku harus kembali ke rumah untuk mengisi daya becaknya setelah digunakan mengantar beberapa penumpang.

Namun, baik pengemudi bentor maupun becak listrik kini menghadapi tantangan yang sama, yakni menurunnya minat masyarakat menggunakan jasa becak. Kehadiran ojek online dan transportasi yang lebih modern membuat jumlah penumpang semakin berkurang. (Manda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....