Perubahan Iklim Ancam Keanekaragaman Hayati dan Kehidupan Manusia

  • 22 Mei 2026 14:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia dinilai menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi lingkungan yang semakin memburuk akibat perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan pegiat lingkungan dari Komunitas Greenec, Kak Ly, dalam dialog SPADA Pro 2 FM RRI Purwokerto, Jumat (22/05/26).

Menurutnya, peringatan lingkungan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ajang evaluasi atas perilaku manusia terhadap alam. Perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat, mulai dari suhu panas ekstrem hingga banjir yang mulai terjadi di wilayah perkotaan seperti Purwokerto.

Kondisi tersebut, dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan dan meningkatnya emisi karbon. Kak Ly juga menyoroti ancaman terhadap keanekaragaman hayati akibat kenaikan suhu bumi.

“Melalui hari lingkungan, kita diajak merefleksikan apa yang sudah kita lakukan terhadap bumi dan apa yang harus diperbaiki ke depannya,” ujarnya.

Perubahan iklim yang terjadi belakangan ini berdampak pada flora dan fauna, termasuk ekosistem laut seperti terumbu karang yang terancam rusak karena suhu air yang semakin panas. Ia menilai masyarakat sering kali belum sadar bahwa aktivitas sehari-hari turut berkontribusi terhadap krisis lingkungan.

“Kalau tidak mulai peduli dari sekarang, bukan tidak mungkin beberapa hewan dan tumbuhan hanya tinggal cerita bagi generasi mendatang,” katanya.

Kak Ly juga mengajak masyarakat mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, lebih bijak dalam konsumsi, hingga menanam tanaman di rumah. Selain itu, ia menegaskan peran generasi muda sangat penting dalam menjaga lingkungan karena mereka akan menjadi pengambil keputusan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....