Lalu Lintas Kendaraan di Desa Sidakangen Terhambat karena Jembatan Ambrol

  • 22 Mei 2026 07:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURBALINGGA - Lalu lintas yang menghubungkan Desa Sidakangen dan Desa Blater di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, terganggu akibat Jembatan Sungai Pranji yang berada di Desa Sidakangen dilaporkan amblas pada Rabu (20/5/2026) malam.

Akibat peristiwa ini, kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas dan terpaksa memutar melalui jalan utama dengan jarak yang lebih jauh yakni sekitar 2 kilo meter.

"Akses kendaraan roda empat dari Desa Sidakangen menuju Desa Blater putus total. Pengemudi mobil harus memutar lewat jalan utama yang jaraknya agak lebih jauh, sekitar 2 kilometer," ujar salah satu warga setempat.

Sedangkan, kendaraan roda dua atau sepeda motor masih diperbolehkan melintas, namun diimbau tetap ber hati-hati. Tidak hanya akses lalu lintas, amblasnya jembatan juga memutus pipa PDAM yang melintang di area tersebut, sehingga aliran air bersih ke rumah warga sekitar sempat mengalami gangguan.

Adapun, di lokasi dilakukan pengamanan dengan dipasang garis polisi (police line) di sekitar area jembatan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Merespons kejadian tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, menuturkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat yang diteruskan oleh Camat Kalimanah, Panggih Adi Susilo.

"Jembatan ini, dibangun sekitar tahun 1960-an," katanya.

"Secara kaji cepat, kami melihat bahwa kejadian ambrolnya Jembatan Sidakangen bukan merupakan fenomena alam atau bencana alam yang mengakibatkan kerusakan tersebut. Namun, ini lebih karena faktor konstruksi yang sudah lama. Jembatan ini dibangun sekitar tahun 1960-an," jelas Revon.

Mengingat kondisi jembatan yang masih rawan dan tingkat kerusakan yang berpotensi bertambah, BPBD menegaskan bahwa pembatasan serta pengalihan jalur lalu lintas harus dilakukan.

Revon menambahkan, BPBD juga telah meneruskan laporan ini ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga, khususnya bidang Bina Marga untuk penanganan lebih lanjut.

"Kami sudah teruskan laporan tersebut ke DPUPR untuk berkoordinasi terkait penanganannya. Kejadian ini sudah dilaporkan kepada dinas terkait, semoga segera dapat dilakukan penanganan lanjutan atau perbaikan," pungkas Revon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....