Panen Raya Batch Pertama Tandai Keberhasilan Muda Tani
- 21 Mei 2026 15:17 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Panen raya program Muda Tani batch pertama di Kabupaten Banyumas menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara komunitas petani muda dengan pemerintah daerah dalam mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian. Program tersebut dijalankan di lahan seluas 2.000 meter persegi dan berhasil menarik minat puluhan anak muda untuk belajar pertanian secara langsung.
Steering Comittee Muda Tani, Aulia Pradipta, mengatakan sebanyak 30 peserta telah menjalani pelatihan rutin selama beberapa bulan mulai dari proses penanaman hingga panen raya bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas. Menurutnya, keberhasilan pilot project tersebut diharapkan dapat diperluas agar semakin banyak generasi muda tertarik berkarier di sektor pertanian.
“Dulu dari fase kita penanaman bersama ada pelatihan hampir tiap minggu selama beberapa bulan, dan akhirnya mereka (Pemkab Banyumas) hari ini bisa melihat kita panen bersama dengan pemerintah juga. Ini menandakan bahwa pilot project yang kita lakukan berhasil. Semoga kedepannya ini kita bisa scale up. Dan juga peserta yang sudah kita latih ini bisa mengembangkan sektor pertanian lagi dan makin banyak mengajak para petani muda untuk turut serta terjun langsung,” ucap Aulia saat diwawancarai RRI Purwokerto pada Kamis (21/5/2026).
| Baca juga: FFP Latih Pemutar Film Banyumas Raya |
Aulia menjelaskan program Muda Tani tidak hanya berfokus pada budidaya di lahan, tetapi juga mendorong peserta memahami hilirisasi hasil pertanian hingga pengembangan usaha tani. Ia menilai langkah tersebut penting agar pertanian memiliki skala ekonomi yang berkelanjutan dan mampu menjadi peluang usaha bagi anak muda.
Dalam pelaksanaannya, program ini memanfaatkan lahan kurang produktif milik pemerintah daerah agar menjadi lebih optimal dan bernilai ekonomi. Aulia menyebut panen dilakukan secara bertahap setiap lima hari sekali dengan hasil yang diharapkan terus meningkat seiring perkembangan program.
Meski demikian, proses budidaya pertanian juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca dan serangan hama yang kerap memengaruhi hasil panen. Menurut Aulia, kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika pertanian yang menuntut para peserta untuk kreatif dan mampu mencari solusi atas setiap kendala di lapangan.
Sementara itu, salah satu peserta Muda Tani batch pertama, Normasari Azhari Nasution, mengaku program tersebut memberikan pengalaman baru bagi generasi muda yang sebelumnya belum pernah mengolah lahan pertanian secara langsung. Ia mengatakan peserta tidak hanya belajar menanam, tetapi juga mengikuti proses pengolahan hasil hingga pemasaran produk pertanian.
“Programnya ini kita dari semua proses budidaya, peserta mengambil alih begitu. Kegiatannya ini tidak hanya di lahan, tapi kami juga sampai hilirisasi. Kami tetap melakukan pengolahan cabai, penjualan, dan kalau di akhir kami nanti akan membuat produk begitu,” ujar Normasari.
Normasari menilai tantangan terbesar selama mengikuti program berasal dari proses pengolahan lahan dan pemasaran hasil panen karena sebagian besar peserta belum memiliki pengalaman di bidang tersebut. Namun demikian, ia mengaku program Muda Tani berhasil menumbuhkan minatnya untuk terus mengembangkan budidaya tanaman pertanian ke depannya. (Azra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....