Hari Kebangkitan Nasional Momentum Merawat Jati Diri Bangsa

  • 20 Mei 2026 13:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai momentum untuk memperteguh kembali jati diri bangsa sekaligus refleksi atas kondisi kebangsaan Indonesia saat ini. Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed, Prof. Dr. Nana Sutikna, M.Hum.

Nana menegaskan bahwa kebangkitan nasional merupakan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk selalu menjaga warisan para pendiri bangsa.

“Kebangkitan Nasional itu harus selalu dipahami sebagai suatu upaya memperteguh kembali jati diri bangsa kita sebetulnya. Kita selalu introspeksi setiap hari-hari besar nasional itu, bangsa kita ini dalam posisi seperti apa,” ujarnya saat diwawancarai RRI Purwokerto, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, nasionalisme bukan sesuatu yang hadir secara otomatis, melainkan harus terus dikonstruksi melalui pesan, simbol, dan perilaku yang dibangun secara sadar agar masyarakat senantiasa tergugah untuk mengingat nilai-nilai kebangsaan.

Perkembangan teknologi komunikasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi semangat persatuan bangsa. Kemudahan akses informasi membuka ruang pembelajaran, namun juga dapat memunculkan sikap apatis ketika masyarakat membandingkan kondisi bangsa dengan negara lain secara tidak bijak.

“Ketika orang lebih mudah mengakses informasi melalui berbagai macam platform, itu membuka peluang orang untuk bisa memahami apapun. Tetapi di sisi lain, itu juga bisa orang membandingkan apa yang terjadi di kita, terjadi di dunia lain, sehingga orang merasa apatis terhadap negaranya sendiri,” ucapnya.

Literasi digital dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara bijak. Dengan itu, dunia pendidikan dan kampus memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga semangat kebangsaan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan penguatan nilai kebangsaan dalam kurikulum akademik.

Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, ia berharap generasi muda mampu memandang keberagaman bangsa Indonesia sebagai kekuatan besar yang harus dirawat bersama.

“Kita punya bangsa yang sangat heterogen, masyarakat yang sangat plural, kultur, bahasa, adat istiadat. Tetapi itu bisa menjadi sebuah kekuatan, tetapi di lain pihak juga menjadi ancaman. Bagaimanakah kita bisa memahami itu sebagai sebuah potensi besar,” ujarnya. (Aisha)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....