Maknai Hari Kebangkitan Nasional, Kesbangpol: Masyarakat Harus Bijak Bermedsos

  • 20 Mei 2026 09:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dinilai tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus dimaknai sebagai refleksi untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan (Poldagri dan Ormas) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banyumas, Setyo Adhi Nugroho,S.STP, M.Si.

Setyo mengatakan semangat Hari Kebangkitan Nasional perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui sikap saling bermanfaat dan menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya.

“Memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini tidak hanya simbol atau seremonial, tetapi bagaimana kita merefleksikan diri untuk berbuat lebih baik, bermanfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” katanya.

Menurut Setyo, setiap individu memiliki peran masing-masing untuk menciptakan dampak positif, baik bagi lingkungan sekitar maupun masyarakat luas. Nilai kebangkitan nasional, kata dia, harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi.

Lebih lanjut, Setio menekankan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda, terutama di tengah perkembangan era digital yang semakin terbuka. Ia menyebut generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang harus memiliki kemampuan memilah informasi secara bijak.

“Anak muda harus bisa menyaring sebelum membagikan informasi di media sosial, tidak mudah terhasut, dan lebih bijak dalam bermedia sosial. Harapannya, mereka dapat memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat,” katanya kembali.'

Ia juga menilai tantangan terbesar dalam menjaga persatuan bangsa saat ini terletak pada kemampuan masyarakat dalam menyikapi keberagaman secara dewasa. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa Indonesia, namun perlu diimbangi dengan sikap bijak, terutama di ruang digital.

Setyo mengingatkan bahwa setiap unggahan di media sosial dapat memberikan dampak luas, sehingga masyarakat. Khususnya para pengguna media sosial, diminta lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi maupun pendapat.

Untuk memperkuat wawasan kebangsaan di masyarakat, Kesbangpol Banyumas telah menjalankan berbagai program pendidikan kebangsaan dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut meliputi pendidikan politik, sarasehan demokrasi, wawasan kebangsaan, hingga penguatan nilai-nilai Pancasila.

“Kegiatan ini sudah kami laksanakan di desa, sekolah, hingga seluruh kecamatan di Banyumas dengan melibatkan berbagai pihak seperti organisasi masyarakat, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, hingga anggota DPRD,” kata Setyo, menjelaskan.

Melalui kolaborasi tersebut, Kesbangpol berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan politik, demokrasi yang sehat, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Setio mengajak masyarakat Banyumas agar menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum meningkatkan rasa syukur atas kemerdekaan dan pembangunan yang telah dirasakan saat ini.

Bahkan, ia menegaskan, kontribusi terhadap bangsa dapat dilakukan dari berbagai profesi dan bidang pekerjaan, selama dijalankan dengan amanah dan penuh tanggung jawab. “Siapa pun pekerjaannya, baik pengemudi ojek online, pegawai negeri, maupun profesi lainnya, semua bisa berkontribusi kepada bangsa dengan menjalankan tugas secara baik, ikhlas, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....