BPOM Banyumas Ajak Generasi Muda Berani Tolak Penyalahgunaan Obat

  • 20 Mei 2026 07:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: Dalam rangka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang digelar sepanjang Mei 2026, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banyumas menggandeng Universitas Al Irsyad Cilacap (UNAIC) untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait pencegahan penyalahgunaan OOT, Selasa (19/05/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen dari Program Studi D3 Farmasi, S1 Farmasi, serta Program Studi Profesi Apoteker. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda, khususnya calon tenaga kesehatan, terhadap bahaya penyalahgunaan obat.

Rektor UNAIC, Sarwa, AMK., S.Pd., M.Kes menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara perguruan tinggi dan Balai POM di Banyumas. Menurutnya, kegiatan edukatif seperti ini penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menambah semangat belajar mahasiswa serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, keluarga, dan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai POM di Banyumas melalui Ketua Tim Fungsi Penindakan, Sriajiyono Nugroho, S.Farm., Apt., M.Sc menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan OOT tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus sekaligus calon tenaga kesehatan yang nantinya berperan langsung dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat dan aman.

Pada sesi materi, Tri Wandiro, S.Farm., Apt., M.M menjelaskan berbagai dampak penyalahgunaan OOT, mulai dari risiko ketergantungan, gangguan kesehatan, hingga dampak sosial yang dapat merusak masa depan generasi muda. Ia juga menyoroti pentingnya lingkungan pergaulan dalam membentuk perilaku seseorang.

“Keren itu bukan yang berani mencoba hal berbahaya bagi kesehatan, tapi yang berani bilang ‘tidak’. Ayo jadi generasi yang kuat, yang bisa menjaga diri dan masa depan,” pesannya di hadapan peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang aktif menyuarakan penggunaan obat secara aman, rasional, dan bertanggung jawab di lingkungan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....