DLHPKP Purbalingga Akan Gandeng Produsen AMDK Hadirkan Inovasi 'Dropbox' Plastik
- 17 Mei 2026 08:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga– Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Kabupaten Purbalingga terus melakukan inovasi dalam menangani masalah persampahan di wilayahnya.Ke depan, DLHPKP akan menempuh skema kerja sama strategis dengan pihak swasta untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah terpilah yang lebih masif .
Yakni menggandeng perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang beroperasi di Purbalingga, di antaranya Perusahaan Tirta Adi Jaya produsen AMDK Primadan Perusahaan Tirta Agung Wijaya produsen AMDK Yora.Kolaborasi ini digagas untuk menghadirkan fasilitas dropboxkhusus sampah plastik.
Subkoordinator Pengelolaan Sampah pada DLHPKP Purbalingga, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas ini dapat menjadi wadah bagi perusahaan untuk menyalurkan tanggung jawab sosialnya.
"Iya, pengadaan fasilitas ini bisa juga dikategorikan sebagai bentuk penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan," ungkap Andi.
Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa produsen AMDK saat ini memiliki kewajiban untuk mengelola sampah dari produk yang mereka hasilkan.
"Sekarang produsen AMDK wajib mengelola sampahnya sendiri. Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta Peraturan Bupati (Perbup) tentang pembagian kewenangan pengelolaan sampah antara pemerintah dan swasta," jelas Andi.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi tersebut, pihak swasta didorong untuk memberikan dukungan riil, salah satunya melalui penyediaan dropbox sampah plastik.
"Selain penanganan limbah plastik, DLHPKP Purbalingga juga menyiapkan solusi untuk sampah organik melalui sistem jugangan. Untuk merealisasikan hal ini, DLHPKP akan bekerja sama dengan perusahaan pembuat buis beton di Purbalingga," ucapnya.
Adapun, rencananya, DLHPKP akan menempatkan dua fasilitas pengelolaan sampah ini yakni Dropbox difokuskan untuk menampung sampah botol/kemasan plastik terpilah agar mudah didaur ulang sedangkan jugangan berfungsi ganda sebagai sumber resapan air (biopori) dan medium untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos.
"Kita akan buatkan dua fasilitas sekaligus, yakni jugangan dan dropbox. Fasilitas ini akan kita tempatkan di berbagai sektor publik, lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga taman-taman kota," tambah Andi.
Andi menambahkan, melalui skema kerja sama antara pemerintah, produsen AMDK, dan produsen buis beton ini, DLHPKP Purbalingga memiliki dua target utama diantaranya mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan mengelola sampah organik menjadi kompos langsung di sumbernya melalui jugangan.
"Serta mendorong nilai ekonomi dari limbah plastik yang sudah terpilah bersih di dalam dropbox, sehingga dapat dimanfaatkan kembali oleh industri daur ulang," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....