UIN Saizu Perkuat Kemitraan dengan Pegiat Media

  • 14 Mei 2026 07:46 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto memperkuat sinergi dengan insan media melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Media Relation dalam Meningkatkan Citra Media terhadap Perguruan Tinggi”, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat eks LPM Gedung Rektorat UIN Saizu lantai 4 tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai media cetak, online, radio, televisi, hingga pengelola media sosial di wilayah Banyumas dan sekitarnya.

FGD menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyumas, Lilik Darmawan, sebagai narasumber utama. Diskusi dipandu Ketua Tim Pemberitaan RRI Purwokerto, Ustad Muqorobbin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UIN Saizu Purwokerto Prof. Ridwan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Prof. Sunhaji, serta Ketua Tim Kerja Humas UIN Saizu Safrudin Aziz.

Dalam sambutannya, Prof. Sunhaji mengapresiasi peran media yang selama ini mendukung publikasi berbagai capaian kampus. Ia juga menekankan pentingnya validitas data dan penggunaan sumber informasi yang autentik di tengah berkembangnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik maupun akademik.

Sementara itu, Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan menilai media memiliki peran strategis dalam membangun citra perguruan tinggi di ruang publik.

“Sehebat apapun perguruan tinggi kalau tidak ditopang oleh media, tidak ada apa-apanya. Bahkan sesuatu yang remeh jika diekspos media menjadi luar biasa,” katanya.

Menurutnya, hubungan kemitraan antara kampus dan media perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang saling mendukung dan berkelanjutan.

Pada sesi pemaparan materi, Lilik Darmawan menyoroti tantangan dunia jurnalistik di tengah disrupsi teknologi AI. Ia menyebut media saat ini tidak hanya bersaing dengan sesama media konvensional, tetapi juga dengan algoritma digital dan sistem produksi konten otomatis.

Menurut Lilik, kondisi ini menuntut humas perguruan tinggi lebih adaptif dalam membangun strategi komunikasi publik. Informasi yang disampaikan tidak hanya harus cepat, tetapi juga akurat, relevan, dan mampu membangun kepercayaan publik.

“AI bisa membantu mempercepat kerja jurnalistik dan kehumasan, tetapi ada hal yang tidak bisa digantikan oleh AI, yaitu integritas, etika, dan sentuhan manusia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang sehat antara media dan institusi pendidikan melalui keterbukaan akses informasi yang valid dan transparan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif terkait regulasi penggunaan AI serta tantangan dunia jurnalistik di era digital. Ketua Tim Kerja Humas UIN Saizu, Safrudin Aziz berharap forum serupa dapat digelar secara rutin sebagai ruang evaluasi dan penguatan kolaborasi antara kampus dan media.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....