Komitmen Bebas Narkoba, Rutan Banyumas Gelar Tes Urin

  • 13 Mei 2026 10:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Dalam upaya memperkuat pengawasan dan memastikan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari barang terlarang, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banyumas menggelar kegiatan razia besar-besaran dan tes urin massal. Langkah ini diambil sebagai bukti konkret komitmen jajaran Rutan Banyumas dalam memerangi peredaran handphone dan narkoba di lingkungan blok hunian.

Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar seluruh elemen di dalam Rutan, mulai dari petugas hingga warga binaan, termasuk blok hunian wanita. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, petugas tidak menemukan adanya handphone maupun narkotika, melainkan hanya beberapa barang kecil seperti paku, korek api, dan rautan.

“Intinya, dari hasil kegiatan razia ini kita benar-benar zero dari handphone ataupun narkoba. Terkait dengan hasil urin, seluruh warga binaan dan petugas Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan terhadap warga binaan wanita dilakukan dengan standar yang sama dengan pria. Tidak ada perbedaan dalam pemberian hak maupun pemenuhan fasilitas. Pihak Rutan memastikan bahwa blok wanita pun telah diperiksa secara menyeluruh dan tetap terjaga dalam kondisi bersih dari barang-barang terlarang.

Terkait temuan barang seperti paku dan korek, pihak Rutan menilai bahwa meskipun secara normatif digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, barang tersebut tetap memiliki potensi bahaya jika disalahgunakan.

“Potensi pasti selalu akan ada manakala itu digunakan untuk hal yang tidak baik. Oleh karena itu, untuk evaluasi ke depan, kami akan selalu melakukan razia secara rutin, baik secara terstruktur maupun insidentil,” katanya.

Kegiatan ini tidak dilakukan secara mandiri oleh pihak internal Rutan saja, melainkan melibatkan sinergi dari berbagai instansi keamanan. Terlihat personel dari TNI, Polri, hingga BNN turut mendampingi proses razia dan tes urin guna memastikan transparansi serta efektivitas kegiatan.

Terakhir, Anggi menyampaikan harapannya agar kolaborasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) ini dapat terus terjaga secara maksimal. Sinergi lintas sektoral ini dipandang sebagai kunci utama dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan kondusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....