Kasus Talasemia di Banyumas Naik Jadi 257, Dinkes Perkuat Deteksi Dini
- 11 Mei 2026 14:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kasus talasemia di Kabupaten Banyumas terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Dinkes Banyumas terus memperkuat upaya deteksi dini melalui skrining kesehatan sejak usia balita hingga calon pengantin guna menekan angka kelahiran talasemia mayor.
Ketua Tim Kerja PTM Dinas Kesehatan KB Kabupaten Banyumas, Supriatin, S.Tr.KL menyebutkan jumlah kasus pada 2025 mencapai 257 penderita, naik dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 253 kasus.
“Sebelum tahun 2021 itu angkanya masih di 180-an. Nah, terakhir kemarin data tahun 2024 itu 253, kemudian data terakhir di tahun 2025 itu meningkat menjadi 257. Adapun tambahan kasus itu ada yang kelahiran baru, ada juga yang pindahan,” jelasnya saat diwawancarai RRI pada Senin, (11/5/2026).
Dinas Kesehatan Banyumas terus melakukan upaya edukasi kepada masyarakat terkait penyakit talasemia. Upaya tersebut dilakukan melalui seminar, workshop, hingga sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA, guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan skrining kesehatan.
Talasemia merupakan penyakit kelainan darah yang bersifat menurun, sehingga skrining pra-nikah dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kelahiran talasemia mayor. Apabila kedua calon pasangan sama-sama pembawa sifat, risiko melahirkan anak dengan talasemia mayor mencapai 25 persen.
“Kalau pembawa sifat menikah dengan pembawa sifat, itu kan ada 25 persen anak sakit, kemudian 50 persen kemungkinan anaknya itu pembawa sifat, dan 25 persen6nya adalah kemungkinan anaknya sehat,” katanya.
Sebagai langkah penguatan, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Talasemia. Dalam regulasi tersebut, setiap individu diwajibkan menjalani skrining pemeriksaan darah lengkap minimal satu kali seumur hidup sebagai upaya deteksi dini.
Supriatin berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar dengan aktif melakukan skrining sejak dini. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan peningkatan kasus talasemia di Kabupaten Banyumas. (Aisha)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....