Pelajar SMP Tunjukkan Cinta Bahasa Jawa di Hardiknas 2026
- 09 Mei 2026 16:57 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Suara lantang dan penuh penghayatan para pelajar SMP membacakan geguritan menggema di aula SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jumat (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Lomba Maca Geguritan Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Purbalingga dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan MGMP Bahasa Jawa menggelar lomba yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Sebanyak 58 peserta dari 58 SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Purbalingga ambil bagian dalam ajang yang sarat nuansa budaya Jawa tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua MKKS SMP Subarno, S.Pd., Bina Damping MGMP Bahasa Jawa Drs. Haryono, pengurus MGMP Bahasa Jawa, serta para guru pendamping.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan laporan ketua panitia Arif Setiadi. Ia menegaskan bahwa lomba ini menjadi bagian dari upaya nguri-uri bahasa dan sastra Jawa di kalangan generasi muda.
“Bahasa lan sastra Jawa minangka sarana mbentuk budi pekerti luhur ing semangat Hardiknas,” ujarnya.
Ia menambahkan, geguritan tidak hanya rangkaian kata indah, tetapi juga mengandung nilai moral, tata krama, dan filosofi kehidupan yang penting diwariskan kepada generasi muda.
Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., yang diwakili Kabid Pembinaan SMP Priyanto. Dalam sambutannya, Priyanto menyampaikan permohonan maaf karena kepala dinas berhalangan hadir akibat padatnya agenda Hardiknas di berbagai lokasi.
“Hari ini ada lima kegiatan besar Hardiknas yang berlangsung bersamaan. Bapak Kepala Dindikbud menitipkan salam hormat dan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia,” ungkapnya.
Priyanto juga menegaskan bahwa lomba geguritan merupakan bagian penting dari pelestarian budaya daerah di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Geguritan mengandung nilai rasa, budi pekerti, filosofi kehidupan, dan kekayaan budaya Jawa yang harus terus diwariskan,” katanya.
Ia turut memberi motivasi kepada para peserta agar percaya diri dalam tampil. “Berani tampil di depan umum sudah menjadi prestasi. Menang atau belum menang bukan yang utama, tetapi semangat mencintai budaya Jawa itu yang paling penting,” tambahnya.
Suasana lomba berlangsung meriah. Para peserta tampil dengan penghayatan, intonasi, dan ekspresi yang memukau penonton serta dewan juri.
Setelah melalui penilaian ketat, dewan juri menetapkan Aribah Nur Muflikhah Kultsum dari SMP Negeri 1 Bobotsari sebagai Juara I. Juara II diraih Gian Alesha Putri dari SMP Negeri 2 Rembang, dan Juara III diraih Afril Harfiyanti dari SMP Negeri 2 Mrebet.
Sementara itu, Juara Harapan I diraih Azzam Nabhan Zulfadi dari SMP Negeri 1 Rembang, Juara Harapan II Kalista Naomi Yasin dari SMP Negeri 1 Karangreja, dan Juara Harapan III Josia Febriarto dari SMP Negeri 1 Purbalingga.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan dan sesi foto bersama. Melalui lomba ini, Dindikbud dan MGMP Bahasa Jawa berharap kecintaan terhadap bahasa daerah dan budaya literasi terus tumbuh di kalangan generasi muda Purbalingga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....