Program Sekolah Kemitraan Jateng Gratiskan Pendidikan Anak Miskin Ekstrem
- 08 Mei 2026 14:10 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Brebes - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas program Sekolah Kemitraan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem di berbagai daerah. Program tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau SMK Mitra Karya Mandiri di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026).
Program Sekolah Kemitraan ditujukan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menanggung seluruh kebutuhan pendidikan mulai dari seragam, sepatu, buku, hingga biaya praktik kerja lapangan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan sekolah negeri maupun swasta di berbagai daerah. Pada 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat hampir 5 ribu anak putus sekolah dan siswa kurang mampu telah mengikuti program tersebut.
“Yang 2025 itu hampir mendekati angka 5.000 anak-anak putus sekolah atau anak-anak yang kurang mampu kita sekolahkan dan kita tempelkan di sekolah-sekolah ini.” kata Ahmad Luthfi.
Program Sekolah Kemitraan saat ini telah berjalan di 139 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan program tersebut akan terus dilanjutkan pada 2026 sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Menurut Ahmad Luthfi, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting dalam menekan angka kemiskinan. Pendidikan dinilai menjadi fondasi utama agar masyarakat memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
“Salah satu syarat dalam rangka mengentaskan kemiskinan adalah dari segi sumber daya manusia, sumber daya manusia dari sekolah yang harus kita lakukan.” ujar Ahmad Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap program Sekolah Kemitraan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Sementara itu, sekolah yang ditunjuk dalam program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....