Puluhan Karya Cerpen Legenda Banjarnegara Siap Terbit

  • 08 Mei 2026 07:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara: Sebanyak 50 karya cerita pendek (Cerpen) bertemakan legenda yang ada di Banjarnegara akan segera ditertibkan oleh Perpustakaan Nasional Press. Hal itu menyusul telah selesainya proses Bimbingan Teknis Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Banjarnegara tahap 3 yang digelar Kamis, 7 Mei 2026, di Aula Niscala Disarpus Banjarnegara. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DAK Nonfisik Perpusnas tahun 2026.

50 penulis telah dikurasi karyanya oleh tiga mentor yang terdiri dari pegiat literasi Indra Hari Purnama, sejarawan lokal Banjarnegara Heni Purwono dan penulis Sutini.

Berbagai tema legenda diangkat oleh para penulis, mulai dari legenda Kawah Sikidang di Dieng hingga Karang Gemantung di Pagedongan. Latar belakang para penulis pun sangat beragam mulai dari dokter dan tenaga kesehatan, pegiat literasi sampai ibu rumah tangga. Dari usia paruh baya hingga anak-anak sekolah yang masih belia.

Kepala Disarpus Banjarnegara Arief Rahman berharap kegiatan ini dapat menjadi penyemangat baru bagi warga Banjarnegara untuk berliterasi. "Cerita-cerita legenda yang dibuat oleh para penulis dapat dikembangkan dan dimanfaatkan oleh para pelaku wisata di Banjarnegara untuk meningkatkan daya tarik wisata. Juga ke depan bisa juga dari cerita yang sudah ada bisa dikembangkan menjadi film yang menarik. Saya rasa benang merah pesan moral dan juga potensi lokal yang ada dalam Cerpen peserta dapat terus dikembangkan" harap Arief.

Arief juga berharap kegiatan ini berkesinambungan dan para mentor dapat memonitor perkembangan para penulis untuk dapat terus berkarya. Salah satu peserta Bimtek Dedy Purwono mengaku sangat bahagia berkesempatan mengikuti kegiatan ini.

"Saya bahagia bisa bertemu dengan orang-orang dengan aneka latar belakang. Banyak dari kalangan sekolah, maka masa depan literasi kita insyaallah cerah. Apa lagi saya lihat ada anak-anak SMP yang sudah mahir menulis. Ke depan kalau bisa digelar pelatihan penulisan berdasar foto atau video karena anak-anak sekarang lebih terpantik dari dua media itu," ujar guru di SDN 1 Semarang Kidul itu.

Peserta lain dari Kecamatan Purwareja Klampok Sutiyani juga mengungkapkan hal senada. Terlebih dukungan besar datang dari pimpinannya. "Saya senang sekali bisa membuat cerpen sendiri. Apa lagi sampai Pak Camat mendukung penuh saya untuk berkarya. Katanya membanggakan sekali dari pegawai kecamatan bisa ikut membuat buku yang diterbitkan Perpusnas," ujar Sutiyani.

Selain program Bimtek Penulisan, Disarpus juga menggelar kegiatan lainnya seperti lomba Bertutur, Resensi, Video Konten Literasi hingga Penelusuran Naskah Kuno.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....