Wajah Baru SMK Negeri 3 Banyumas Pasca Revitalisasi Pendidikan
- 07 Mei 2026 12:06 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas : Program revitalisasi pendidikan yang dicanangkan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata bagi satuan pendidikan di daerah. Salah satunya dirasakan oleh SMK Negeri 3 Banyumas, yang kini tampil dengan wajah baru setelah menerima bantuan dana revitalisasi untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan sumber daya manusianya.
Kepala SMK Negeri 3 Banyumas, Giyato, S.Pd., menjelaskan bahwa bantuan tersebut dialokasikan secara besar-besaran untuk pembangunan fisik yang menunjang kompetensi siswa. Saat ini, sekolah tersebut telah memiliki gedung praktik dan ruang kelas baru, khususnya untuk program keahlian Seni Musik.
“Fasilitas gedung kita jelas berubah, yang dulunya hanya satu lantai, sekarang sudah menjadi dua lantai. Selain itu, studio untuk anak-anak sekarang sudah kedap suara sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar saat praktik,” ujarnya.
Lebih lanjut, dampak revitalisasi ini tidak hanya menyasar pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kurikulum dan metode pembelajaran. SMK Negeri 3 Banyumas kini menerapkan pembelajaran mendalam melalui kolaborasi antar mata pelajaran maupun antar kompetensi keahlian.
Hal ini juga dibuktikan dengan suksesnya Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) pentas Wayang di Desa Kasegeran yang melibatkan kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah kabupaten, dan masyarakat seni. Senada juga dirasakan dalam aspek kesiapan kerja.
Giyato menilai bahwa link and match antara sekolah dengan dunia industri kini semakin erat. Sebagai satu-satunya SMK Seni Pertunjukan di wilayah Jawa Tengah bagian barat, sekolah ini menjalin kerja sama yang sangat akrab dengan para pelaku seni di Banyumas.
“Untuk seni sendiri, kita sudah sangat siap dengan kebutuhan masyarakat. Terbukti anak-anak kita sudah banyak yang ikut dengan para pelaku seni dan para dalang profesional,” katanya.
Selain peningkatan sarana, revitalisasi ini juga menyentuh aspek penguatan tenaga pendidik. Guru-guru di SMK Negeri 3 Banyumas rutin mengikuti program magang di industri dan sanggar-sanggar seni guna memastikan skill yang diajarkan kepada siswa tetap relevan dengan standar dunia kreatif saat ini.
Terakhir, Giyato menyampaikan harapannya agar dukungan pemerintah terhadap pendidikan seni terus berlanjut. Mengingat tantangan sekolah seni yang cukup unik, dimana jam latihan siswa seringkali melampaui jam sekolah formal, sehingga ketersediaan fasilitas yang mumpuni menjadi kunci utama.
“Harapan kita, anak-anak bisa berlatih dengan semangat dan ketika lulus betul-betul kompeten di bidang utama masing-masing, baik itu seni pertunjukan maupun broadcast, sehingga mereka bisa terserap maksimal di dunia kerja,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....