555 Guru PAI Serukan Pendidikan Humanis
- 07 Mei 2026 06:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga- Pendopo Dipokusumo menjadi saksi berkumpulnya 555 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Purbalingga. Mengikuti seminar bertajuk “Transformasi Pembelajaran PAI Berbasis Cinta; Membangun Generasi Berkarakter, Berempati, dan Bernalar Kritis di Era Digital” Rabu ( 6/5/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.Seminar merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Kementerian Agama Purbalingga, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), KKG PAI, serta MGMP PAI jenjang SMP, SMA, dan SMK.
| Baca juga: UMP Borong Penghargaan pada AICIRE 2026 |
Ketua panitia, Sujatno, menyampaikan bahwa seminar diikuti guru PAI mulai jenjang TK hingga SMA/SMK. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme sekaligus merefleksikan arah pembelajaran PAI di tengah tantangan zaman.
“Transformasi pembelajaran PAI berbasis cinta menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital, dengan menempatkan empati, keteladanan, dan penghargaan terhadap peserta didik sebagai fondasi utama,” ujarnya.
Seminar dibuka melalui keynote speech Bupati Purbalingga yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Suroto. Ia menegaskan bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga Heru Sri Wibowo menyoroti perlunya perubahan paradigma dalam pembelajaran PAI. Menurutnya, selama ini pembelajaran agama masih terlalu berfokus pada hafalan dan capaian akademik, belum sepenuhnya menyentuh perilaku peserta didik.
“PAI bukan sekadar mata pelajaran, melainkan ruh pendidikan. Keberhasilannya tidak diukur dari nilai rapor, tetapi dari perilaku nyata siswa,” tegasnya.
Ia mendorong perubahan pendekatan pembelajaran dari sekadar “ teaching” menuju “coaching” dan “inspiring “yang lebih humanis, empatik, dan inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....