UMP–ITB Bangun Jalur Pendidikan Farmasi Terintegrasi
- 06 Mei 2026 11:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya memperkuat kualitas pendidikan farmasi terus dilakukan melalui kolaborasi lintas institusi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggandeng Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pengembangan skema pendidikan berjenjang yang terintegrasi.
Kerja sama ini menghadirkan jalur pendidikan yang saling terhubung, mulai dari Sarjana ke Magister (S1–S2) hingga Magister ke Doktor (S2–S3). Skema tersebut dikenal sebagai Jalur Kerjasama Sarjana–Magister (JKSM) dan Jalur Kerjasama Magister–Doktor (JKMD) UMP–ITB.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia di bidang kefarmasian, sekaligus selaras dengan kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan fleksibilitas dan rekognisi pembelajaran sebagaimana tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) serta regulasi Kementerian Pendidikan.
Melalui skema terintegrasi ini, mahasiswa dapat merancang jalur studi lintas jenjang secara lebih terarah dengan dukungan sistem akademik yang saling terkoneksi antar perguruan tinggi. Program ini juga memberikan akses ke fasilitas riset di ITB, peluang pendanaan pendidikan, serta pengalaman akademik baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pembimbingan Bersama dan Penguatan Riset
Salah satu aspek penting dalam kerja sama ini adalah penerapan sistem pembimbingan bersama (joint supervision), di mana mahasiswa akan didampingi oleh dosen dari UMP dan ITB. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian sekaligus mendorong lahirnya karya ilmiah kolaboratif.
Tak hanya itu, kemitraan ini juga memperluas jejaring riset kedua institusi serta meningkatkan kapasitas akademik dosen dan mahasiswa dalam menjawab dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri farmasi.
Dekan Fakultas Farmasi UMP, Assoc. Prof. apt. Binar Asrining Dhiani, Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar bagi penguatan ekosistem akademik mahasiswa.
“Kolaborasi dengan ITB memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam lingkungan riset yang lebih luas. Dengan pembimbingan bersama, proses pembelajaran dan penelitian diharapkan menjadi lebih komprehensif,” ujarnya dalam ketereangan yang diterima RRI, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, skema ini juga dirancang untuk menjawab kebutuhan sektor kesehatan dan industri farmasi terhadap lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan kemampuan riset yang kuat.
“Kami berharap lulusan Farmasi UMP siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian, baik di tingkat nasional maupun global,” tuturnya.
Secara keseluruhan, skema pendidikan terintegrasi ini ditujukan untuk mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi, dengan pengalaman akademik yang berkesinambungan.
Kolaborasi antara UMP dan ITB sekaligus menegaskan komitmen kedua institusi dalam mendorong pendidikan tinggi yang berkualitas, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....